Presiden Prabowo Klaim MBG Jangkau 62 Juta Penerima Manfaat di Indonesia
- 27 Agt 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta orang penerima manfaat
- Presiden Prabowo Subianto akan memperbaiki kekurangan program MBG
- Nahdlatul Ulama memberikan dukungan untuk program prioritas Presiden Prabowo termasuk MBG
RRI.CO.ID, Jombang - Presiden Prabowo Subianto membeberkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang jangkauan penerima manfaat telah mencapai 62 juta orang. Presiden mengklaim, pemerintah berhasil membangun puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG. Bahkan, MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat,” kata Presiden Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepala Negara mengatakan, MBG merupakan program yang besar dengan tantangannya pun banyak. Oleh karena itu, pemerintah terus membenahi program tersebut.
“MBG adalah program yang besar, tantangannya banyak, kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” ujar Presiden, menegaskan.
Meski demikian, lanjut Presiden, hal yang paling penting adalah anak-anak Indonesia dapat menikmati program MBG sehingga memiliki tubuh yang sehat. Begitupula dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia (Lansia).
“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil. Kita selesaikan semuanya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memperkenalkan Kepala Badan Gizi (BGN) Sudaryono dihadapan ribuan kader NU. Sudaryono merupakan Kepala BGN yang baru sebulan dilantik oleh Presiden Prabowo menggantikan Nanik S Deyang.
“Kepala BGN yang baru sudah ada di sini. Ini anak muda yang jantungnya kuat,” kata Kepala Negara.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah. Menurutnya kerja sama dengan pemerintah demi mendatangkan kemakmuran untuk rakyat Indonesia,
“Apabila Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi warganya, tidak ada jalan lain harus bekerja sama dengan pemerintah. Di antara prinsip penting dari jam'iyah ini adalah bagaimana kami mampu mengoordinasikan berbagai macam ikhtiar dengan pelaksanaan agenda-agenda dan program-program pemerintah,” kata Gus Yahya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....