Menkeu Pastikan DTSEN Terus Disempurnakan agar Bantuan Tepat Sasaran

  • 27 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah terus menyempurnakan DTSEN sebagai basis utama program pembangunan.
  • DTSEN digunakan untuk meningkatkan ketepatan sasaran subsidi dan bantuan sosial.
  • Pemerintah memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam validasi data sosial ekonomi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus menyempurnakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan sasaran program subsidi dan bantuan sosial. Menteri Keuangan Purbaya mengatakan, DTSEN akan menjadi sumber utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan.

Penyempurnaan DTSEN dilakukan agar program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel. Menurutnya, kualitas data menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat yang berhak menerima subsidi dan bantuan sosial.

Purbaya menyebut, pemerintah sependapat dengan pandangan DPR mengenai DTSEN sebagai solusi untuk menetapkan penerima subsidi dan bansos. Karena itu, pemerintah akan terus memperbaiki kualitas dan akurasi data tersebut.

Selain penyempurnaan data, ia menegaskan akan memperkuat sinergi fiskal antara pemerintah pusat dan daerah. “Pemerintah akan terus menguatkan sinergi fiskal antara pusat dan daerah untuk mendukung agenda pembangunan nasional,” ucapnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pemerintah daerah diharapkan turut berperan dalam memvalidasi data. Tujuannya agar kebijakan perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Penggunaan DTSEN diharapkan dapat mengurangi risiko ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran berbagai program pemerintah. Dengan data yang lebih akurat, anggaran negara diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Adapun, pemerintah juga mengarahkan APBN 2027 sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional. Ia mengatakan, APBN memiliki peran strategis di tengah ketidakpastian dan risiko global yang masih tinggi.

Purbaya menjelaskan, APBN memiliki fungsi sebagai peredam guncangan atau shock absorber. Tujuannya yakni untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.

Selain itu, APBN berfungsi sebagai instrumen untuk mendorong perekonomian domestik dan mendukung agenda prioritas pembangunan. Menurut Purbaya, APBN 2027 juga dirancang sebagai katalis pembangunan agar memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....