Wamensos Jenguk Anak Sayuti Melik, Pemerintah Pastikan Pendampingan Berlanjut

  • 27 Agt 2026 00:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamensos Agus Jabo Priyono mendorong sentra Kemensos menjadi pusat layanan unggulan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan
  • Sentra diminta memaksimalkan tugas dan fungsi serta memperkuat layanan agar manfaatnya dapat terlihat dan diketahui masyarakat
  • Kemensos menangani 12 kelompok Penerima Atensi Sosial (PAS), termasuk lansia, penyandang disabilitas, korban bencana, korban kekerasan, korban NAPZA, perempuan rentan, dan fakir miskin
  • Layanan sentra diarahkan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar pemetaan penerima layanan
  • Kepala sentra diminta bersinergi dengan BPS dan dinas sosial daerah untuk memastikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat

RRI.CO.ID, Bekasi - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menjenguk Heru Baskoro, anak pahlawan nasional Sayuti Melik, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, Rabu 26 Agustus 2026. Heru yang berusia 84 tahun saat ini menjalani pendampingan Kemensos bersama istrinya, Treyzia Noviani.

Agus Jabo berdialog dengan Heru yang sementara tinggal di STPL Bekasi karena keterbatasan kondisi ekonomi dan kesehatan. Heru juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena mengalami penurunan penglihatan pada mata kanannya.

"Semoga cepat sehat, Pak Heru, ya. Pokoknya kita perhatikan terus," kata Agus Jabo saat berbincang dengan Heru.

Agus Jabo mengatakan pemerintah akan terus mendampingi Heru dalam menghadapi persoalan kesehatan dan kebutuhan lainnya. Kemensos juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menangani persoalan yang dihadapi Heru.

"Jadi kita sudah koordinasi sama Kemenlu, ya sedang diproses yang urusan dengan Kanada. Terus nanti urusan kesehatannya Pak Heru, kita berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan ya. Ya, pokoknya kita pantau terus perkembangannya Pak Heru ya," ucap Agus Jabo.

Agus Jabo menjelaskan, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pemeriksaan mata Heru. Pemerintah juga terus memberikan pendampingan kepada Heru dan istrinya secara komprehensif.

"Sedang kita urus untuk proses kesehatannya dan kebutuhan-kebutuhan yang lain," ucap Agus Jabo.

Agus Jabo berharap proses pemeriksaan kesehatan Heru berjalan lancar. Ia juga berharap persoalan terkait Kanada dapat segera memperoleh kejelasan.

"Semoga semuanya lancar. Yang urusan dengan Kanada lancar, urusan kesehatannya Pak Heru lancar. Mudah-mudahan cepat sehat dan proses yang ada di Kanada bisa lancar dan ada kejelasan," katanya.

Sebelumnya, Heru dan Treyzia dievakuasi dari rumah kontrakan di Rawalumbu, Kota Bekasi, ke STPL Bekasi sejak Senin 13 Juli 2026. Keduanya mendapat bantuan residensial, rehabilitasi medis, dan psikososial setelah Kemensos memperoleh informasi mengenai kondisi Heru.

Heru sebelumnya tinggal di Kanada bersama istrinya sejak 2003 hingga 2024 dengan status permanent resident. Ia memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja sebagai analis senior.

Kondisi Heru berubah setelah kembali ke Indonesia pada 2024. Masalah pada mata kanannya menyebabkan penurunan penglihatan dan setelah sekitar enam bulan berada di Indonesia, dana pensiunnya tidak lagi dibayarkan.

Kondisi tersebut membuat Heru dan istrinya mengalami persoalan finansial. Keduanya kemudian menjual aset untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....