Wamensos Bahas Penanganan Bencana dan Sekolah Rakyat dengan Bappenas

  • 27 Agt 2026 02:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamensos Agus Jabo Priyono mendorong sentra Kemensos menjadi pusat layanan unggulan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan
  • Sentra diminta memaksimalkan tugas dan fungsi serta memperkuat layanan agar manfaatnya dapat terlihat dan diketahui masyarakat
  • Kemensos menangani 12 kelompok Penerima Atensi Sosial (PAS), termasuk lansia, penyandang disabilitas, korban bencana, korban kekerasan, korban NAPZA, perempuan rentan, dan fakir miskin
  • Layanan sentra diarahkan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar pemetaan penerima layanan
  • Kepala sentra diminta bersinergi dengan BPS dan dinas sosial daerah untuk memastikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas penanganan bencana, pengembangan Sekolah Rakyat, serta program permakanan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Dalam pembahasan penanganan bencana, Agus Jabo menyampaikan perlunya penguatan kesiapan logistik dan dukungan anggaran. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar Kementerian Sosial dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat ketika terjadi bencana.

“Karena tanggap darurat itu kuncinya kecepatan,” ujarnya.

Agus Jabo juga menyampaikan pengalaman penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat itu, distribusi logistik dari gudang menghadapi kendala akibat kondisi cuaca dan transportasi sehingga Kemensos membeli logistik dari lokasi yang lebih dekat dengan pengungsian.

Menanggapi hal tersebut, Rachmat mengatakan kebutuhan penanganan bencana akan dibahas lebih lanjut secara teknis antara Kemensos dan Bappenas. Pembahasan tersebut dilakukan sebelum masuk ke mekanisme pengajuan formal.

“Kita bahas dulu secara teknis, kemudian kita tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujar Rachmat.

Pembahasan juga mencakup penanganan bencana di Aceh dan Flores. Koordinasi turut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain penanganan bencana, Agus Jabo menyampaikan perkembangan Sekolah Rakyat yang kapasitasnya terus berkembang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Peningkatan kapasitas tersebut berdampak pada kebutuhan ruang kelas, asrama, guru, serta dukungan operasional lainnya.

Rachmat menekankan agar kebutuhan dan pemanfaatan fasilitas Sekolah Rakyat dipikirkan sejak awal. Salah satunya terkait keberlanjutan penggunaan asrama dan sarana pendukung lainnya.

“Nanti dormitory dipakai untuk apa? Itu harus dipikirkan dari sekarang,” ujar Rachmat.

Pembahasan selanjutnya terkait program permakanan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas. Agus Jabo menyampaikan rencana mengintegrasikan program tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jadi kita mau sinergikan dengan MBG. Jadi nanti bisa kesinambungannya pas dan akuntabilitasnya juga pas,” ujarnya.

Rencana integrasi tersebut akan dibahas lebih lanjut, termasuk terkait regulasi, mekanisme pelaksanaan, dan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....