Kepala Bapanas Amran: Banpang Beras Bentuk Cinta Presiden kepada Rakyat
- 27 Agt 2026 03:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Bapanas sekaligus Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut bantuan pangan beras sebagai bentuk perhatian Presiden kepada masyarakat.
- Bantuan pangan periode Juli–September 2026 menyasar 33,24 juta penerima secara nasional.
- Di Lampung terdapat 1.242.582 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total alokasi 37,27 juta kilogram beras.
- Lampung Tengah menjadi salah satu daerah dengan penerima terbesar, mencapai 187.359 PBP.
- Di Kampung Mekar Jaya, Lampung Tengah, sebanyak 581 penerima memperoleh total 17.430 kilogram beras atau 30 kilogram per penerima.
RRI.CO.ID, Lampung Tengah - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut bantuan pangan beras merupakan wujud perhatian Presiden kepada masyarakat. Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses pangan.
Amran mengatakan bantuan pangan merupakan amanah Presiden yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Total penerima bantuan pangan mencapai 33,24 juta orang di seluruh Indonesia, termasuk 1,2 juta penerima di Lampung.
“Ini adalah bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Totalnya 33,24 juta penerima seluruh Indonesia. Ini bentuk kecintaan Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” ujar Amran dalam penyaluran bantuan pangan beras di Kampung Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa 25 Agustus 2026.
“Di Lampung ada 1,2 juta penerima bantuan pangan. Salam hormat dari Bapak Presiden, salam hormat buat Bapak dan Ibu semuanya,” katanya.
Selama periode penyaluran bantuan pangan yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, Amran akan terus hadir di sejumlah daerah untuk menyerahkan bantuan secara langsung. Sebelumnya, ia menyerahkan bantuan pangan beras di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan Surabaya, Jawa Timur.
Salah seorang penerima bantuan pangan, Sugiarti, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Bantuan tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini. Ini membantu sekali bagi saya. Apalagi saya tidak bekerja, dan suami sudah meninggal. Sehari-hari anak saya yang lulusan SMP yang nyari nafkah," ucapnya.
Hal serupa disampaikan Suria yang juga menerima bantuan pangan. Ia mengatakan penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
"Terima kasih Alhamdulillah senang sekali. Semoga masih dapat lagi nantinya," katanya.
Bantuan pangan beras disalurkan untuk periode Juli hingga September 2026. Di Provinsi Lampung, penyaluran menyasar 1.242.582 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total beras sebanyak 37.277.460 kilogram.
Penyaluran tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Lampung. Kabupaten Lampung Tengah menjadi salah satu wilayah dengan penerima terbesar, yakni 187.359 PBP dengan alokasi 5.620.770 kilogram beras.
Sementara itu, Lampung Selatan menerima alokasi untuk 182.398 PBP atau 5.471.940 kilogram. Lampung Timur sebanyak 171.418 PBP atau 5.142.540 kilogram, Lampung Utara 116.147 PBP atau 3.484.410 kilogram, serta Kota Bandar Lampung 96.919 PBP atau 2.907.570 kilogram.
Penyaluran yang dihadiri langsung Amran di Kampung Mekar Jaya, Lampung Tengah, diberikan kepada 581 PBP. Total beras yang disalurkan mencapai 17.430 kilogram atau masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram untuk alokasi Juli hingga September 2026.
Amran menegaskan bantuan pangan berjalan seiring dengan penguatan stok beras pemerintah di Bulog. Saat ini stok beras pemerintah disebut berada pada level tertinggi dalam sejarah.
“Bantuan pangan ini kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, stok beras kita tertinggi dalam sejarah, mencapai 5,2 juta ton,” ujarnya.
Pemerintah juga menambah kapasitas pergudangan dengan menyewa gudang untuk menyimpan stok hingga sekitar 2 juta ton. Penguatan stok tersebut turut didukung peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Amran mengatakan Indonesia saat ini tidak lagi melakukan impor beras. Indonesia bahkan telah membuka pasar ekspor beras ke sejumlah negara.
“Kita juga sudah tidak impor, bahkan saat ini bisa ekspor, seperti ke Malaysia, Palestina, dan Arab Saudi. Ke depan kita ingin memperluas lagi seperti ke Timor-Leste,” kata Amran.
Bantuan pangan dan penguatan produksi nasional menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan cadangan pangan agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....