BGN Tunda Pembukaan Dapur Baru MBG, Fokus Benahi 27.000 SPPG
- 27 Agt 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menunda pembukaan dapur baru MBG dan memprioritaskan pembenahan sekitar 27.000 SPPG yang sudah beroperasi.
- Pembenahan mencakup tata kelola, sanitasi, keuangan, manajemen operasional, serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
- Waktu pembukaan kembali dapur baru belum ditetapkan karena BGN masih menyelesaikan pembenahan internal dan regulasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menunda pembukaan atau aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pemerintah kini fokus membenahi sekitar 27.000 SPPG yang sudah beroperasi.
Menurutnya, pembenahan mencakup tata kelola, sanitasi, keuangan, hingga manajemen operasional dapur MBG. Ia menilai penambahan dapur baru belum perlu dilakukan sebelum persoalan pada unit yang telah berjalan dapat diselesaikan.
"Izinkan kami membereskan 27.000 SPPG yang sudah operasional dulu soal tata kelola, aturan, peraturannya itu mesti benar dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka-buka-buka, akhirnya numpuk masalah," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kebijakan penundaan tersebut, kata Sudaryono, juga berlaku bagi mitra yang telah menyiapkan dapur dan siap beroperasi. Termasuk dapur yang disiapkan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Jadi, kami mohon kepada barangkali ini kan ada yang siap mitra, ya. Kalau ada yang, 'Kok saya sudah jadi, Pak. Sudah 100 persen, Pak, barangkali di 3T,' itu tetap kami sebentar deh," ujarnya.
Ia menjelaskan BGN masih merapikan regulasi dan koordinasi dengan sejumlah kementerian serta lembaga terkait. Menurutnya, pembukaan kembali dapur baru akan dilakukan setelah aspek tata kelola, keuangan, serta koordinasi lintas lembaga diselesaikan.
"Kami bereskan dulu dari sisi tata kelolanya, keuangannya beres, urusan dengan Kemenkes beres, aturan di PANRB-nya beres, dengan BKKBN beres. Baru kita akan keluarkan peraturan-peraturan baru yang mengakomodir pembukaan atau aktivasi dapur-dapur di wilayah 3T dan wilayah-wilayah lain, yang membutuhkan MBG," ucapnya.
BGN hingga kini belum menetapkan waktu pasti untuk kembali membuka atau mengaktifkan dapur baru. Sudaryono mengatakan keputusan tersebut akan ditentukan setelah pembenahan internal dan koordinasi lintas kementerian serta lembaga rampung.
Ia memahami terdapat mitra yang telah membangun dapur menggunakan pembiayaan perbankan dan kini menghadapi kewajiban pembayaran. Karena itu, Sudaryono meminta para mitra bersabar hingga proses pembenahan BGN selesai dilakukan.
"Jadi, memang banyak yang orang sudah bangun dapur, utang bank, dikejar-kejar bank. Ya, kami baru sebulan, izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....