Widhi Kurniawan Dorong KPI Perkuat Karakter Bangsa melalui Penyiaran
- 27 Agt 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Widhi Kurniawan, anggota KPI Pusat periode 2026-2029, menekankan pentingnya penguatan karakter bangsa melalui konten penyiaran yang berkualitas.
- Penguatan karakter dapat dilakukan dengan membuat konten yang mencerminkan identitas dan keberagaman Indonesia secara autentik.
- Perubahan industri penyiaran harus diikuti dengan penguatan karakter dalam setiap konten yang disiarkan untuk dampak sosial positif.
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota KPI Pusat periode 2026-2029, Widhi Kurniawan, mendorong penyiaran memperkuat karakter bangsa. Menurutnya, penguatan karakter dapat dilakukan melalui konten yang mencerminkan identitas dan keberagaman Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Widhi setelah pengukuhan sembilan anggota KPI Pusat periode 2026-2029 di Gedung Komdigi, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Widhi menilai perubahan industri penyiaran perlu diikuti penguatan karakter dalam setiap konten yang disiarkan.
“Tapi yang penting kalau dalam benak kami adalah karakter. Kita harus mampu membangun karakter,” katanya.
Widhi mencontohkan penggunaan simbol nasional dalam film Amerika yang dapat membangun semangat nasionalisme. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan secara alami dalam konten Indonesia.
“Kenapa sih nggak semua di konten kita itu ada bendera merah putihnya misalnya. Karakter bangsa Indonesia akan muncul kuat di situ,” ucap Widhi.
Selain karakter bangsa, Widhi menilai keberagaman konten menjadi bagian penting dalam penyiaran Indonesia. Ia berharap program siaran tidak didominasi format tertentu dan mampu menghadirkan konten budaya.
“Terus keberagaman konten, ini penting. Jadi konten nggak semuanya variety show, nggak semuanya dialog,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga menekankan pentingnya keberagaman isi siaran. Menurutnya, keberagaman konten diperlukan untuk mencerminkan masyarakat Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
“Menjaga kualitas penyiaran menjadi amat penting dalam kerangka membangun karakter dan perilaku bangsa. Keberagaman isi siaran harus menjadi fondasi,” ucapnya.
Meutya menilai tantangan penyiaran semakin kompleks akibat perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi melalui new media. KPI juga diminta menjauhkan disinformasi, manipulasi informasi, serta konten yang tidak sesuai dengan perlindungan anak.
“KPI harus semakin adaptif, tidak melulu lagi menekankan hanya sanksi dan hukuman. Tapi pembinaan dan penguatan ekosistem penyiaran di tanah air,” kata Meutya.
Widhi turut menilai perkembangan new media perlu diikuti dengan penguatan karakter industri penyiaran. Ia menegaskan industri penyiaran tetap harus menjaga independensi dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Industri penyiaran itu tetap memiliki karakternya, khususnya tentang independensi tadi. Jangan lupa bahwa industri penyiaran itu berpihak pada rakyat,” ujar Widhi. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....