Ritel Jadi Penggerak Konsumsi, Serap Jutaan Tenaga Kerja
- 26 Agt 2026 17:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sektor ritel merupakan salah satu penggerak utama konsumsi masyarakat dalam negeri Indonesia menurut Sekretaris Jenderal Hippindo.
- Ritel adalah sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia.
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh konsumsi domestik yang porsinya mencapai lebih dari 50 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sektor ritel disebut salah satu penggerak utama konsumsi masyarakat Indonesia serta berkontribusi menyerap jutaan tenaga kerja. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Haryanto Pratantara, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh konsumsi dalam negeri yang porsinya lebih dari 50 persen.“Namun, sektor ritel sering terlupakan jumlah tenaga kerja besar lebih banyak dikaitkan dengan industri manufaktur,” ujarnya.
Haryanto menambahkan besarnya penyerapan tenaga kerja terlihat pada sejumlah perusahaan ritel besar. Misalnya Alfamart dan Indomaret yang masing-masing memiliki lebih dari 100 ribu karyawan.
“Alfamart dan Indomaret memiliki toko hingga puluhan ribu, masing-masing mempunyai karyawan lebih dari 100 ribu,” ujarnya. Kemudian Kawan Lama Group, salah satu ritel besar, yang karyawannya mencapai sekitar 60 ribu.
Selain perusahaan ritel besar, Haryanto menyebut perusahaan ritel kelas menengah juga memiliki jumlah pekerja yang besar. Menurut dia, sektor informal yang mayoritas merupakan UMKM turut memiliki jumlah yang besar.
“Kita punya perusahaan ritel kelas menengah yang jumlahnya sangat banyak, masing-masing karyawannya juga ribuan orang,” ucapnya. “Ini ditambah sektor informal yang mayoritas tidak terdaftar dan merupakan UMKM.”
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pertumbuhan sektor konsumsi pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen. “Ini merupakan aset Indonesia karena memberikan kontribusi sebesar 53,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujarnya.
Airlangga meyakini sektor ritel dapat terus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Menurut dia, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi menuju enam persen pada akhir tahun dan tahun berikutnya.
“Kami terus mendorong agar pertumbuhan di akhir tahun menuju 6 persen dan tahun depannya lagi,” ujarnya. “Saya yakin sektor ritel ini akan terus mendorong pertumbuhan perekonomian kita.”
Menko juga mendorong perluasan ritel hingga wilayah pedesaan. Menurut dia, pemerintah mengarahkan Koperasi Merah Putih sebagai penyedia barang ritel sekaligus agen pembelian hasil pertanian dan perikanan di daerah.
“Bapak Presiden mendorong agar ritel tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga masuk di pedesaan,” katanya. “Pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih agar barang ritel yang disubsidi pemerintah juga bisa terjadi tersedia di lapangan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....