BPBD Ende Mulai Pulihkan Trauma Warga Pascagempa

  • 26 Agt 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Ende menyiapkan trauma healing untuk ibu dan anak terdampak gempa.
  • Pemulihan mulai diarahkan tidak hanya pada bantuan logistik, tetapi juga kondisi psikologis warga.
  • Masyarakat diimbau bangkit dan kembali beraktivitas, namun tetap waspada terhadap gempa susulan.

RRI.CO.ID, Jakarta - BPBD Kabupaten Ende mulai menyiapkan program trauma healing bagi warga terdampak gempa. Program tersebut menyasar kelompok rentan, terutama ibu dan anak yang masih mengalami trauma pascabencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta mengatakan, penanganan bencana kini mulai diarahkan menuju tahap pemulihan. Edukasi trauma healing menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk membantu masyarakat.

“Rencananya minggu-minggu besok ini sudah mulai (trauma healing) dengan juga selain saluran sembako. Sudah kita mulai untuk pemulihan pasca gempa dengan melakukan edukasi untuk trauma healing bagi kelompok rentan ibu anak-anak,” ujar Marselus dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, sebagian warga masih bertahan di pengungsian bukan hanya karena kerusakan rumah. Kondisi tersebut juga dipengaruhi trauma setelah mengalami gempa.

“Harapannya itu yang karena posisi trauma itu bisa kembali ke rumah. Bagi rumah-rumah rusak berat kami siapkan tenda keluarga untuk sementara sambil dibangunkan hunian sementara,” ucapnya.

Karena itu, pemulihan tidak hanya dilakukan melalui bantuan logistik dan tempat tinggal sementara. Pemerintah juga mulai memperhatikan kondisi psikologis masyarakat terdampak.

Marselus mengatakan, BPBD berkoordinasi dengan berbagai lembaga dalam proses penanganan pasca gempa. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih terarah.

Selain trauma healing, pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Warga dengan rumah rusak berat akan mendapatkan bantuan untuk proses pemulihan tempat tinggal.

“Kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat kami sampaikan bahwa pemerintah telah menjanjikan bahwa untuk perbaikan. Kita akan berikan donasi sebanyak 70 juta untuk rumah rusak berat, rumah rusak sedang sebanyak 30 juta dan rumah rusak ringan sebesar 15 juta rupiah,” ujarnya.

Marselus mengimbau masyarakat untuk mulai bangkit setelah bencana. Namun, warga tetap diminta menjaga kewaspadaan karena gempa susulan masih berpotensi terjadi.

Pemerintah berharap proses pemulihan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Penanganan kelompok rentan juga diharapkan dapat mengurangi dampak psikologis akibat bencana.

“Jadi mari kita semua bangkit dan melakukan aktivitas seperti sebelum terjadinya gempa. Namun dengan tetap kewaspadaan karena gempa susulan masih terjadi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....