BPBD Ende Distribusikan 12.300 Paket Sembako, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

  • 26 Agt 2026 16:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Ende telah menyalurkan 12.300 paket sembako kepada warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur.

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyalurkan 12.300 paket sembako kepada warga terdampak gempa. Jumlah tersebut telah melebihi total 7.590 keluarga yang dilaporkan terdampak hingga Selasa, 25 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah mekanisme. Ini dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari desa dan kelurahan terdampak di wilayah tersebut.

“Kami memanggil para camat berdasarkan data kebutuhan masing-masing desa atau kelurahan sebelum didistribusikan,” ujarnya, Rabu 26 Agustus 2026. “Pada beberapa titik yang terhambat, kami memanggil para kades-kades atau lurah untuk menyalurkannya.”

Menurut Marselus, jumlah paket yang telah disalurkan seharusnya sudah mencukupi kebutuhan warga terdampak. Namun ternyata masih ada sejumlah warga yang belum menerima bantuan karena perbedaan persepsi di lapangan.

“Semestinya dari rasio antara laporan yang terdampak dan jumlah paket yang disalurkan, mestinya sudah lebih dari cukup,” katanya. “Kenyataan fakta di lapangan mungkin ada beberapa mispersepsi tentang siapa yang berhak menerima bantuan.

BPBD kemudian berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk merapikan pendataan dan distribusi bantuan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak keuskupan dan Caritas untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Selain sembako, bantuan yang disalurkan mencakup ratusan tenda keluarga dan sekitar 30 tenda pengungsian. Tim BPBD bersama TNI, Polri, SAR, dan relawan turut menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan.

Marselus menambahkan relawan dari sejumlah komunitas juga membantu mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Mereka antara lain berasal dari komunitas sepak bola dan kelompok anak muda dari sejumlah wilayah.

Sementara itu, kendala distribusi sempat terjadi pada hari-hari awal setelah gempa. Kondisi tersebut dipicu longsor, gangguan jaringan telekomunikasi, serta listrik yang belum pulih.

“Namun pada hari ke-11 dan ke-12 semuanya lebih mudah untuk dijangkau," ucapnya. "Namun ada beberapa titik yang mungkin sekarang lagi viral di medsos padahal sebenarnya sudah ditangani.

Di wilayah Reka, distribusi sempat terkendala akibat akses jalan yang tertutup. BPBD kemudian melakukan upaya untuk menembus akses tersebut dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Terkait kondisi pengungsian, kebutuhan air bersih dipenuhi melalui kolaborasi sejumlah pihak. Misalnya Balai Wilayah Sungai, PDAM, serta distribusi air dari posko.

BPBD juga berupaya menyediakan tenda keluarga bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Langkah tersebut dilakukan agar pengungsian komunal secara bertahap dapat dikurangi.

Sementara bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan tenda keluarga untuk tempat tinggal sementara. Pemerintah juga menjanjikan bantuan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan.

“Kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat kami sampaikan bahwa pemerintah telah menjanjikan untuk memperbaiki," kata Marselus. Untuk rumah rusak berat diberikan bantuan senilai Rp70 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta dan rumah rusak ringan Rp15 juta.

Selain bantuan logistik, BPBD juga mulai mempersiapkan pemulihan pascagempa. Salah satunya melalui edukasi trauma healing bagi kelompok rentan, khususnya ibu dan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....