Presiden Prabowo Tegaskan Korupsi Harus Diberantas hingga Akar-akarnya

  • 26 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menekankan pemberantasan korupsi dan kebocoran anggaran sebagai langkah strategis memperkuat kemampuan negara dalam menghadapi bencana alam.
  • Pemerintah telah mengerahkan sumber daya besar untuk penanganan karhutla, termasuk puluhan helikopter, pesawat, ratusan bor air, pompa air, dan ribuan personel.
  • Pengelolaan keuangan negara yang transparan dan bebas korupsi dihubungkan langsung dengan efektivitas respons pemerintah terhadap bencana kemanusiaan.

RRI.CO.ID, Jembrana - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemberantasan korupsi dan kebocoran anggaran penting untuk memperkuat kemampuan negara menghadapi bencana. Presiden mengaitkan pengelolaan keuangan negara dengan kemampuan pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk penanganan karhutla.

Sebelumnya, Presiden menyebut pemerintah mengerahkan berbagai cara untuk menangani karhutla. Mulai dari pengerahan puluhan helikopter dan pesawat, ratusan bor air, ratusan pompa air, hingga ribuan personel.

"Kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar. Kita telah menunjukkan negara kita kuat," ujar Presiden saat meluncurkan Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden kemudian menekankan pentingnya pengelolaan seluruh kekayaan dan keuangan negara secara bertanggung jawab. "Karena itu, penyelewengan, korupsi, harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya," kata Presiden.

"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah? Bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang?" ujar Presiden.

Kepala Negara kemudian mengaitkan upaya penyelamatan keuangan negara dengan pemberantasan korupsi. Presiden menegaskan pemerintah masih harus meningkatkan pengelolaan keuangan negara untuk memastikan sumber daya dapat digunakan bagi kepentingan masyarakat.

"Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," katanya.

"Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan negara."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....