Diperingati Setiap 26 Agustus, Ini Dia Sejarah Pos Indonesia sejak Tahun 1746
- 26 Agt 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pos Indonesia mengalami beberapa perubahan status hingga resmi menjadi PT Pos Indonesia pada 20 Juni 1995.
- Kini, jaringan Pos Indonesia mencapai sekitar 24 ribu titik layanan dan lebih dari 4.800 kantor pos.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pos Indonesia memiliki perjalanan panjang yang bermula dari pendirian kantor pos pertama di Batavia. Sejak 1746, layanan tersebut terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perubahan teknologi komunikasi.
Perjalanan panjang itu membawa Pos Indonesia melewati berbagai perubahan status kelembagaan hingga menjadi perseroan. Kini, jejaring layanannya menjangkau berbagai kota, kecamatan, desa, hingga kawasan transmigrasi terpencil.
Mengutip laman Pos Indonesia, kantor pos pertama didirikan Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746. Pendirian tersebut bertujuan menjamin keamanan surat penduduk, terutama dalam menunjang aktivitas perdagangan dan hubungan dengan Belanda.
Empat tahun setelah kantor pos Batavia berdiri, layanan serupa kemudian dibangun di Semarang. Kehadirannya bertujuan menciptakan hubungan pos teratur sekaligus mempercepat pengiriman antara kedua wilayah tersebut.
Rute pengiriman ketika itu melalui Karawang, Cirebon, hingga Pekalongan sebelum mencapai tujuan. Jaringan tersebut menjadi bagian awal berkembangnya pelayanan pos sebagai layanan publik di Indonesia.
Dari Jawatan PTT hingga PN Pos dan Giro
Perjalanan kelembagaan Pos Indonesia kemudian memasuki fase baru dengan status Jawatan PTT. PTT merupakan singkatan dari Post, Telegraph dan Telephone dengan fungsi utama memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada masa tersebut, operasional Jawatan PTT tidak diarahkan sebagai kegiatan komersial. Pelayanan publik menjadi fokus utama badan usaha yang ketika itu dipimpin seorang kepala jawatan.
Perubahan berikutnya membawa lembaga tersebut menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi atau PN Postel. Perkembangan sektor pos dan telekomunikasi kemudian mendorong pemisahan serta perubahan kelembagaan berikutnya.
Pada 1965, status tersebut berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro atau PN Pos dan Giro. Perubahan dilakukan mengikuti perkembangan pesat bidang pos dan telekomunikasi pada masa tersebut.
Perum Pos dan Giro hingga Menjadi Persero
Perubahan kembali terjadi pada 1978 ketika PN Pos dan Giro menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro. Badan tersebut kemudian menjadi penyelenggara tunggal layanan pos dan giropos dalam maupun luar negeri.
Status Perusahaan Umum bertahan selama 17 tahun sebelum memasuki perubahan besar berikutnya. Pada 20 Juni 1995, badan tersebut resmi menjadi PT Pos Indonesia (Persero).
Perubahan menjadi perseroan membuka ruang pengembangan layanan mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Pos Indonesia kemudian memperluas layanan tidak hanya pada pengiriman surat dan barang.
Jaringan Pos Menjangkau Ribuan Titik
Seiring perkembangan zaman, Pos Indonesia terus memperluas jaringan pelayanan di berbagai wilayah. Infrastruktur yang dimiliki mencapai sekitar 24 ribu titik layanan di seluruh Indonesia.
Jaringan tersebut disebut telah menjangkau seluruh kota dan kabupaten serta hampir seluruh kecamatan. Layanan juga mencapai sekitar 42 persen kelurahan dan desa serta 940 lokasi transmigrasi terpencil.
Selain itu, Pos Indonesia memiliki lebih dari 4.800 kantor pos yang tersebar di berbagai wilayah. Sejumlah kota besar juga telah dilengkapi layanan electronic mobile pos untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Seluruh titik tersebut terhubung melalui jaringan yang dirancang saling terintegrasi. Sistem kode pos juga digunakan untuk mempermudah pengolahan sekaligus memastikan daerah tujuan dapat dikenali dengan akurat.
Beradaptasi Mengikuti Perubahan Zaman
Perjalanan Pos Indonesia menunjukkan layanan pos terus berubah mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Dari surat fisik, layanannya berkembang menuju pengiriman, logistik, hingga berbagai layanan berbasis digital.
Transformasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi layanan pos di tengah perubahan kebiasaan masyarakat. Teknologi kemudian menjadi penghubung antara jaringan fisik yang luas dengan kebutuhan layanan semakin cepat.
Tanggal 26 Agustus pun menjadi pengingat perjalanan panjang pelayanan pos yang telah berlangsung sejak 1746. Dari sebuah kantor di Batavia, Pos Indonesia berkembang menjadi jaringan layanan yang menjangkau berbagai penjuru negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....