Cek Karhutla Gambut di Jambi, Menhut: Kelalaian Kecil Bisa Berdampak Luas
- 25 Agt 2026 20:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Antoni melakukan tinjauan langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi yang mencakup lahan gambut seluas sekitar 17 ribu hektare.
- Lahan gambut yang terbakar memiliki kedalaman sekitar 4 meter dan berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung, menjadi perhatian khusus karena kesulitan pemadaman.
- Api di lahan gambut tidak mudah dipadamkan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meski terlihat padam di atas, memerlukan penanganan khusus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengecek langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung seluas sekitar 17 ribu hektare.
Raja Antoni mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan gambut yang terbakar memiliki kedalaman sekitar 4 meter. Menurutnya, api di lahan gambut tidak mudah dipadamkan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meski telah terlihat padam.
“Tadi teman-teman yang injak ini di bawahnya bisa jadi masih ada api, panas. Dan dengan kejadian ini sekali lagi kita mengimbau agar tidak ada kejadian lain, kejadian di tempat lain yang gambut terbakar,” kata Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa, 25 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Menhut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Raja Antoni menilai tindakan yang terlihat sepele dapat menimbulkan dampak luas apabila terjadi di lahan gambut.
“Betapa hal yang sepele yang mungkin tidak terpikirkan memiliki implikasi luas. Tapi ternyata apabila tidak diantisipasi, tetap dilakukan, maka kebakaran semacam ini terjadi,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, ia menyebut dugaan awal info masyarakat mengarah pada kemungkinan adanya orang yang berkebun meninggalkan puntung rokok. Namun, dia menegaskan penyebab kebakaran masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh kepolisian dan penegak hukum.
Di sisi lain, Menhut mengapresiasi peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bergerak cepat menemukan titik api. Disebutkannya terdapat sekitar 40 anggota MPA yang selama ini berperan dalam membantu pengendalian karhutla di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....