Catat, Ini Daftar Proyek PLTS 100 GWp yang Baru Diresmikan Presiden
- 25 Agt 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program PLTS 100 GWp merupakan inisiatif pengembangan pembangkit listrik tenaga surya yang dilaksanakan melalui berbagai proyek di sejumlah wilayah Indonesia.
- Proyek PLTS 100 GWp menggunakan model pembangkit yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi masing-masing dan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.
- Pengembangan PLTS 100 GWp memanfaatkan beragam lokasi termasuk lahan terbuka, permukaan waduk, dan wilayah kepulauan terpencil untuk memaksimalkan potensi energi surya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 GWp dikembangkan melalui berbagai proyek di sejumlah wilayah Indonesia. Proyek tersebut menggunakan model pembangkit yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi dan kebutuhan masyarakat.
Pengembangannya tidak hanya memanfaatkan lahan terbuka, tetapi juga permukaan waduk hingga wilayah kepulauan terpencil. Berikut sejumlah proyek yang menjadi bagian dari pengembangan PLTS 100 GWp melansir rilis resmi Kementerian ESDM:
1. PLTS dan BESS Gilimanuk
Proyek utama yang diluncurkan di Bali berada di kawasan Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Proyek tersebut menjadi bagian dari program Fat Burning Bali.
PLTS Gilimanuk memiliki kapasitas 198 MWp, sedangkan sistem penyimpanan energinya memiliki kapasitas 666 MWh. Proyek tersebut menggunakan lahan sekitar 211 hektare dan ditargetkan beroperasi pada 2028.
2. PLTS Terapung Gajah Mungkur
Berbeda dengan proyek di Gilimanuk, PLTS Gajah Mungkur memanfaatkan permukaan waduk. Proyek yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah tersebut memiliki kapasitas 134,2 MWp.
PLTS terapung menjadi salah satu model pengembangan energi surya dengan memanfaatkan badan air. Proyek tersebut juga menjadi salah satu lokasi yang terhubung secara daring saat peluncuran program.
3. PLTS Desa Sembur
Program PLTS juga dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau dengan kapasitas 0,92 MWp.
Proyek tersebut menggunakan konsep Productive Use of Energy. Energi listrik yang dihasilkan diarahkan untuk mendukung kegiatan seperti cold storage, ice maker, dan kapal listrik nelayan.
4. PLTS Pulau Rengit
Program energi surya juga menyasar masyarakat di pulau terpencil melalui PLTS Pulau Rengit. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 0,078 MWp.
PLTS Pulau Rengit dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik 44 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa. Proyek ini menjadi contoh pemanfaatan energi surya untuk mendukung elektrifikasi wilayah kepulauan.
5. Sejumlah proyek siap tender
Selain proyek yang sudah memasuki tahap konstruksi dan groundbreaking, pemerintah menyiapkan sejumlah proyek PLTS untuk tender. Total kapasitas proyek yang siap ditenderkan mencapai 4.548,92 MWp.
Berikut sejumlah proyek yang sudah siap tender:
- PLTS Terapung Jatiluhur 1.688 MWp
- PLTS Terapung Cirata 1.250 MWp
- PLTS Terapung Jatigede 636 MWp
- PLTS dan BESS Klaster Madura berkapasitas 605 MWp
- PLTS Bali 300 MWp
- PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta 69 MWp.
Selain proyek siap tender, terdapat proyek yang telah memasuki tahap konstruksi maupun groundbreaking. Berikut diantara:
- PLTS Banyuwangi 130,2 MWp
- PLTS Pasuruan 132 MWp
- PLTS Terapung Gajah Mungkur 134,2 MWp
- PLTS Terapung Karangkates 133 MWp yang progres konstruksinya mencapai 56,54 persen
- PLTS Terapung Saguling 92 MWp dengan progres 44,4 persen
- PLTS Tembesi 46 MWp dengan progres 65 persen.
Pengembangan berbagai proyek tersebut menunjukkan program PLTS 100 GWp dirancang dalam berbagai skala. Mulai dari pembangkit besar, pemanfaatan waduk, penggantian pembangkit BBM, hingga pemenuhan kebutuhan energi masyarakat kepulauan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....