Sejarah Kelahiran dan Awal Kenabian Rasulullah SAW
- 25 Agt 2026 18:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam.
- Pada tahun 2026, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.
- Maulid Nabi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah dan meneladani akhlaknya yang mulia.
RRI.CO.ID, Jakarta — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal. Pada 2026, tanggal tersebut bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Maulid Nabi menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau. Peringatan ini juga mengajak umat mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Melansir Baznas, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah sekitar tahun 571 Masehi. Kelahiran beliau terjadi pada masa yang dikenal sebagai Tahun Gajah.
Nabi Muhammad SAW berasal dari Bani Hasyim, salah satu keluarga suku Quraisy. Keluarga tersebut memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Makkah.
Ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Abdul Muthalib. Ibu beliau bernama Aminah binti Wahab.
Abdullah wafat sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Karena itu, Rasulullah SAW terlahir dalam keadaan yatim.
Pada masa kanak-kanak, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah as-Sa’diyah. Ketika itu, masyarakat Arab memiliki kebiasaan menitipkan anak kepada keluarga perdesaan.
Setelah beberapa tahun bersama Halimah, Nabi Muhammad SAW kembali kepada ibunya. Beliau kemudian tinggal bersama Aminah hingga berusia sekitar enam tahun.
Aminah mengajak Nabi Muhammad SAW mengunjungi Madinah ketika beliau berusia sekitar enam tahun. Dalam perjalanan pulang, Aminah wafat di Al-Abwa.
Al-Abwa merupakan wilayah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad SAW diasuh Abdul Muthalib.
Abdul Muthalib merupakan kakek Nabi Muhammad SAW dari pihak ayah. Setelah kakeknya wafat, beliau diasuh pamannya, Abu Thalib.
Nabi Muhammad SAW tumbuh dalam masyarakat Arab yang menghadapi berbagai persoalan. Persoalan tersebut mencakup penyembahan berhala dan kesenjangan sosial.
Masyarakat saat itu juga menghadapi perselisihan antarkelompok dan perlakuan tidak adil. Kelompok rentan sering mengalami perlakuan yang merugikan dalam kehidupan sosial.
Sejak muda, Nabi Muhammad SAW dikenal jujur dan dapat dipercaya. Masyarakat Makkah kemudian memberikan beliau gelar Al-Amin.
Al-Amin berarti orang yang dapat dipercaya. Gelar tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kepribadian Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwailid ketika berusia sekitar 25 tahun. Khadijah merupakan seorang saudagar terpandang di Makkah.
Masih melansir Baznas, ketika berusia sekitar 40 tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Wahyu tersebut disampaikan Malaikat Jibril di Gua Hira.
Peristiwa tersebut menandai awal kenabian Nabi Muhammad SAW. Peristiwa itu juga menjadi awal dakwah Islam kepada masyarakat Arab.
Peringatan Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga mengajak umat menerapkan keteladanan beliau.
Nilai tersebut mencakup kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan keadilan. Nilai-nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....