Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla

  • 25 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan mengerahkan 5.000 ASN untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui mekanisme Bantuan Kekuatan Organisasi (BKO).
  • Penambahan personel difokuskan pada operasional lapangan di wilayah rawan, khususnya Sumatera dan Kalimantan.
  • Thomas Nifinluri, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum, memimpin koordinasi penguatan personel untuk operasi penanganan karhutla.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan mengerahkan sekitar 5.000 ASN untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan personel akan diperbantukan melalui mekanisme BKO.

Penguatan personel dilakukan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan. Penambahan kekuatan tersebut difokuskan terutama untuk operasional lapangan di Sumatera dan Kalimantan.

“Semua ASN di Kementerian Kehutanan sekitar 5.000 orang akan di-BKO-kan. Mereka akan membantu operasional lapangan di Sumatera dan Kalimantan,” katanya saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026.

Penguatan personel dilakukan karena penanganan karhutla membutuhkan dukungan pasukan yang lebih besar. Selain personel, Kementerian Kehutanan juga memperkuat sarana dan prasarana operasional.

Saat ini, jumlah personel Manggala Agni di seluruh Indonesia mencapai 2.515 orang. Personel tersebut tersebar dalam 34 daerah operasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Sebanyak 34 daerah operasi terdiri dari 17 di Sumatera dan 13 di Kalimantan. Empat daerah operasi lainnya berada di Sulawesi,” lanjutnya.

Thomas menyebut sekitar 902 personel Manggala Agni saat ini berada di wilayah Sumatera. Sementara itu, sekitar 757 personel lainnya bertugas di Kalimantan.

“Sekarang konsentrasinya berada di Sumatera dan Kalimantan. Kurang lebih di Sumatera ada 902 personel dan Kalimantan 757 personel,” katanya.

Kementerian Kehutanan juga mengirim tambahan personel dari wilayah lain untuk memperkuat operasi di Kalimantan Barat. Pengiriman tersebut dilakukan karena kebutuhan pasukan dan sarana pendukung semakin meningkat.

“Dari Manggala Agni, daops Sulawesi dikirimkan satu regu 15 orang. Dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusra juga 15 orang ditempatkan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Thomas menjelaskan kondisi lapangan menjadi tantangan dalam pelaksanaan respons cepat terhadap karhutla. Sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan terpencil dengan akses yang sulit dijangkau.

“Rata-rata kejadian kebakaran hutan itu berada di lokasi yang remote dan aksesnya sulit. Teman-teman memang harus bergerak cepat untuk mencapai lokasi kebakaran,” ucapnya.

Penguatan personel diharapkan mempercepat penanganan karhutla di wilayah rawan. Kementerian Kehutanan juga terus mengoptimalkan dukungan sarana untuk menunjang operasi pemadaman. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....