Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026
- 25 Agt 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 202.000 hektare hingga Juli 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dalam bencana alam ini.
- Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan memfokuskan penanganan karhutla pada enam provinsi yang dinilai paling rawan terhadap kebakaran.
- Penanganan kebakaran melibatkan koordinasi berbagai pihak untuk melakukan pemadaman dan mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih luas.
RRI.CO.ID, Jakarta — Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 202.000 hektare hingga Juli 2026. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, menyebut kondisi karhutla masih membutuhkan penanganan.
Penanganan karhutla saat ini difokuskan pada enam provinsi yang dinilai rawan kebakaran. Pemerintah bersama berbagai pihak terus melakukan pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas.
“Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia seluas 202.000 hektare. Data tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak Januari sampai dengan Juli 2026,” ujar Thomas saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026.
Penanganan karhutla saat ini berlangsung di enam provinsi yang dinilai rawan kebakaran. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Thomas mengatakan Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan respons cepat. Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Riau juga menjadi perhatian pemerintah.
“Di Kalimantan Barat sekarang kita ketahui ada 17 titik api. Sementara di Kalimantan Tengah ada sekitar 16, Riau 7, dan Sumsel 11,” ujarnya.
Menurut Thomas, sebagian wilayah rawan tersebut memiliki kawasan hidrologis gambut yang cukup luas. Kondisi gambut yang kering membuat wilayah tersebut lebih rentan mengalami kebakaran.
“Secara nasional, luas kawasan hidrologis gambut itu adalah 13,4 juta hektare. Sebagian besar kawasan tersebut berada di enam provinsi rawan,” ucapnya.
Faktor cuaca turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperburuk kelembaban rendah serta menurunnya tinggi muka air gambut.
Thomas juga menyebut faktor manusia dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran akibat kelalaian maupun kesengajaan dapat meluas ketika kondisi lingkungan mendukung.
“Sekali terjadi titik api kebakaran kecil ini dapat meluas dengan cepat. Penyebarannya juga dipengaruhi angin dan kondisi udara yang kering,” katanya.
Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi pemadaman bersama satuan tugas terpadu di daerah. Tim melibatkan Manggala Agni, TNI-Polri, BPBD, KPH, masyarakat, dan sukarelawan.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pemadaman dan mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas. Respons cepat menjadi penting karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di kawasan terpencil. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....