Mengenal PLTS 100 GWp yang Diluncurkan Presiden Prabowo di Bali

  • 25 Agt 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali pada tanggal 25 Agustus 2026 sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.
  • Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil melalui pembangkit listrik tenaga surya skala besar.
  • PLTS 100 GWp merupakan salah satu program energi prioritas pemerintah dalam agenda transformasi energi terbarukan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Pemerintah menargetkan program tersebut memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Namuj, apa sebenarnya PLTS 100 GWp yang menjadi salah satu program energi prioritas pemerintah?

Mengutip laman Kementerian ESDM, PLTS merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Energi cahaya matahari ditangkap panel surya atau modul photovoltaic untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik.

Berbeda dengan pembangkit berbahan bakar fosil, PLTS tidak membutuhkan proses pembakaran batu bara atau minyak untuk menghasilkan listrik. Karena memanfaatkan sumber energi terbarukan, PLTS menjadi salah satu teknologi penting dalam transisi energi.

Apa arti 100 GWp?

Angka 100 GWp menunjukkan target kapasitas pembangkit listrik tenaga surya yang akan dikembangkan pemerintah. Satuan GWp atau gigawatt peak menunjukkan kapasitas puncak sistem photovoltaic dalam menghasilkan listrik pada kondisi pengujian tertentu.

Target 100 GWp tersebut merupakan kapasitas yang sangat besar. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp.

Sementara kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Artinya, pemerintah masih melihat ruang pengembangan energi surya yang sangat besar dibandingkan kapasitas yang saat ini telah terpasang.

Program PLTS 100 GWp diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis energi fosil.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan target pembangunan 30 GW PLTS pada 2026. Sekaligus percepatan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD.

Pemerintah juga memperkirakan pembangunan PLTS ini dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp73,9 triliun per tahun. Pemerintah merencanakannya secara bertahap dengan target penyelesaian keseluruhan program pada 2029.

Selain pembangunan pembangkit, pengembangan energi surya juga membutuhkan ekosistem pendukung seperti jaringan listrik dan penyimpanan energi. Pemerintah menyebut investasi pada pembangkit, baterai, dan jaringan menjadi bagian dari pengembangan program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....