Potensi Energi Surya 3.294 GWp, Pemerintah Genjot PLTS 100 GWp

  • 25 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memiliki potensi energi surya 3.294 gigawatt peak (GWp) namun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang, baru sekitar 1,5 GWp.
  • Pemerintah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, dengan proyeksi membuka jutaan lapangan kerja.
  • Presiden Prabowo Subianto mempercepat pengembangan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 gigawatt peak (GWp). Namun demikian, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang, baru sekitar 1,5 GWp.

“Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp,” kata Menteri Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.

Oleh sebab itu, katanya, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Program PLTS 100 GWp di Bali. Prasetyo mengatakan program tersebut akan dibangun secara bertahap yakni tahap I sebesari 17 GWp, selanjutnya 18 GWp dan tahap ke III sebesar 30 GWp.

Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pengembangan program PLTS dipercepat dan rampung pada 2029. Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional klaster kemandirian energi dan air.

“Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029. Dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun,” katanya.

Prasetyo meyebutkan pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (ETB) sepanjang 2025. Rincian belasa pembangkit tersebut yakni 12 PLTS dan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp103, 3 miliar.

Belasan PLTS tersebut melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum. Selain itu, pembangunan pembangkit ETB kembali dilanjutkan di 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah 3T.

Dimana menyasar 4.259 rumah tangga senilai Rp450,2 miliar. “Tiga lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga senilai Rp50,4 miliar," ujarnya.

"Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi. Dengan 220.845 rumah tangga tidak mampu sebagai Penerima manfaat Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL)," ucanya.

Menteri Prasetyo mengungkap program PLTS 100 GWp, diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan ekonomi melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan green jobs.

Pemerintah juga telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, dengan proyeksi membuka jutaan lapangan kerja. Ia menyebut akan tercipta lapangan kerja sekitar 1, 7 juta lapangan kerja.

“Lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs. Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....