Pemerintah Tambah Helikopter dan Alat Berat Tangani Karhutla Sumsel
- 25 Agt 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo memerintahkan penambahan peralatan penanganan karhutla di Sumatra Selatan termasuk helikopter water bombing, ekskavator, sumur bor, dan pompa air.
- Helikopter TNI akan dikirimkan segera ke Palembang untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan sambil tetap memonitor daerah lain.
- Rapat koordinasi penanganan karhutla dipimpin langsung oleh Presiden pada Senin, 24 Agustus 2026 di Palembang untuk memastikan respons cepat terhadap bencana.
RRI.CO.ID, Palembang - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan dukungan peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Bantuan tersebut mencakup helikopter, water bombing, ekskavator, sumur bor hingga pompa air.
"Heli yang ada di TNI kirim saja sekarang ke sini. Kita tambahkan satu ya, karena kita juga harus monitor daerah lain, tapi kalau di sini butuh, segera kirim," kata Presiden saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain dukungan dari udara, Presiden juga menyetujui permintaan penambahan alat berat untuk membantu pembuatan kanal penyekat di kawasan terdampak karhutla. Kanalisasi diperlukan untuk membantu membatasi penyebaran api, terutama di wilayah lahan gambut.
Presiden memerintahkan pengerahan 20 unit ekskavator dari Jakarta ke Sumatra Selatan. Alat berat tersebut akan digunakan untuk memperkuat upaya pencegahan meluasnya kebakaran.
"Segera kirim ke sini. Kita punya 32, jadi 20 unit bisa kita kerahkan dari TNI untuk membantu kanalisasi," ujar Presiden.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Selatan Mawardi Yahya mengatakan sejumlah tantangan dihadapi petugas dalam menangani karhutla. Terutama luasnya kawasan gambut di Sumsel yang mencapai sekitar 1,27 juta hektare.
Wilayah dengan lahan gambut luas antara lain berada di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Pemerintah daerah mengusulkan pembangunan 500 titik sumur bor yang dilengkapi pompa air.
Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menjaga kelembapan lahan gambut. Sekaligus menyediakan sumber air untuk mendukung penanganan karhutla.
Presiden menyetujui usulan tersebut dan meminta pengadaan sumur bor serta pompa dilakukan secara bersamaan. "Kalau sumurnya dikasih 500, pompanya juga 500, segera kirim," kata Presiden.
Sekitar 3.000 personel TNI telah dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di Sumatra Selatan. Penambahan berbagai sarana tersebut diharapkan mempercepat pemadaman, mencegah munculnya titik api baru, serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....