Kementerian ESDM Pastikan Bantuan Bencana di NTT Sesuai Kebutuhan Lapangan
- 25 Agt 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian ESDM memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa NTT melalui tiga Posko ESDM Siaga Bencana.
- Tim ESDM melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan warga untuk menentukan penyaluran bantuan serta kebutuhan tambahan
- ESDM memastikan dukungan terus diberikan selama masa tanggap darurat, termasuk memenuhi kebutuhan yang belum tercukupi
RRI.CO.ID, Manggarai - Kementerian ESDM memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur melalui posko siaga bencana. Bantuan disalurkan berdasarkan pendataan kebutuhan warga agar dukungan sesuai kondisi masyarakat di lapangan.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi meninjau Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Rudy sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut.
Kementerian ESDM sendiri telah mendirikan tiga Posko ‘ESDM Siaga Bencana’ untuk mendukung penanganan pascabencana di wilayah NTT. Posko tersebut berada di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Reo/Reok, Kabupaten Manggarai, serta Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Rudy bersama tim bertemu masyarakat dan melakukan pendataan terhadap kebutuhan yang masih diperlukan setelah gempa bumi melanda wilayah tersebut. Bantuan yang diterima posko selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di desa-desa dan dusun terdekat.
Bagi Tim ESDM Siaga Bencana, kondisi lapangan menjadi perhatian utama dalam menentukan pola penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Rudy menyebut penanganan bencana di NTT memiliki tantangan karena lokasi terdampak tersebar di sejumlah titik.
"Bencana ini kan parsial, maksudnya tempatnya banyak, kecil-kecil, nggak di satu tempat. Jadi memang harus kita memperhatikan pertama, karena lokasinya jauh-jauh, tempatnya banyak, sehingga yang jauh itu pasti harus lebih sabar daripada yang lainnya," ujar Rudy saat mengunjungi wilayah pascabencana di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Minggu, 23 Agustus 2026.
Selain menyalurkan bantuan awal, Tim ESDM Siaga Bencana melakukan pemetaan lokasi terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Pendataan tersebut menjadi dasar tindak lanjut bantuan, termasuk kebutuhan tambahan seperti tenda dan selimut untuk bayi.
Rudy menegaskan Kementerian ESDM akan terus mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat berlangsung di wilayah terdampak gempa. Kebutuhan yang ditemukan melalui pendataan lapangan akan terus ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan yang belum terpenuhi melalui bantuan awal.
"Saya segera ke sini menyampaikan kepada masyarakat, masyarakat perlu apa yang bisa kita bantu, akan segera dibantu oleh Bapak Menteri. Ya, kita mendata ke sini, dengan membawa barang-barang yang ada, nanti kekurangan apa Pak Menteri akan membantu," ucap Rudy.
Setelah memastikan kebutuhan masyarakat melalui pendataan, bantuan dari Posko ESDM Siaga Bencana disalurkan kepada warga di wilayah terdekat. Penyaluran tersebut diarahkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang ditemukan langsung oleh tim.
Sementara itu, Sekretaris Desa Watu Tango Adrianus, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM kepada masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan moril bagi masyarakat yang masih menghadapi trauma.
"Kami juga sangat berterima kasih sekali bahwa berbagai banyak bantuan yang datang, ini khusus pada hari ini bahwa dari Kementerian ESDM. Kami sangat berterima kasih, semoga kita semua diberkati Tuhan, dengan lapang dada dan penuh semangat," kata Adrianus.
Dukungan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Posko yang didirikan Kementerian ESDM juga menjadi titik pendataan agar kebutuhan warga dapat terus dihimpun.
Kementerian ESDM memastikan respons bencana tetap memperhatikan kondisi masyarakat di berbagai lokasi terdampak. Pendataan dan pemetaan kebutuhan dilakukan untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan selama masa tanggap darurat.
Upaya tersebut diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung proses penanganan pascabencana. Kementerian ESDM juga terus mengarahkan bantuan berdasarkan kebutuhan yang ditemukan melalui pemantauan langsung di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....