Warga Terdampak Gempa NTT Masih Bertahan di Tenda Pengungsian
- 24 Agt 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mayoritas warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di depan rumah mereka.
- Masyarakat masih merasa takut untuk memasuki rumah mereka meskipun sebagian bangunan masih berdiri, karena khawatir terhadap risiko gempa susulan.
- Eka Suwandi, Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, menegaskan bahwa gempa susulan terus terjadi di wilayah tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta – Mayoritas warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan masih tinggal di tenda-tenda darurat. Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, Eka Suwandi, mengatakan warga memilih mendirikan tenda di depan rumah untuk menghindari risiko gempa susulan.
“Masih banyak warga yang menempati tenda-tenda darurat di depan rumah karena di sini masih terjadi gempa susulan. Jadi masyarakat untuk kembali masuk ke dalam rumah itu masih belum berani walaupun ada rumah yang masih berdiri,” ujar Eka saat bercakap dengan PRO 3 RRI pada Senin, 24 Agustus 2026.
Keadaan tersebut membuat kebutuhan dasar warga di tempat pengungsian makin terbatas. Bahan pangan, terpal, selimut, dan alas tidur masih menjadi kebutuhan utama.
Eka menyebut DMC Dompet Dhuafa sudah mendistribusikan beberapa bantuan darurat seperti sembako, terpal, selimut, kebutuhan bayi, hingga layanan Wi-Fi gratis. Pendistribusian dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Nagekeo, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.
Namun, distribusi bantuan dihadapkan oleh tantangan geografis dan keterbatasan persediaan pasokan logistik. Jarak antardaerah yang harus ditempuh untuk mengirim barang membutuhkan koordinasi dan dukungan pasokan dari daerah lain.
“Kalau dalam pembelanjaan kita perlu buffer zone atau di-dropping dari lokasi lain, misalkan dari Labuan Bajo atau dari Ende untuk dropping logistik. Saya sekarang di Nagekeo, di sini pasar ada beroperasi, ada toko yang sudah buka," kata Eka.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 3,1 Landa Nagekeo NTT |
Keterbatasan pasokan juga tetap terasa walaupun beberapa pasar dan toko sudah kembali beroperasi. Bagi Eka, persediaan barang lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana secara penuh.
“Namun pasokan logistik masih terbatas, lalu soal akses, ada beberapa titik yang jalannya retak dan ada longsoran-longsoran tertutup. Sehingga kita mesti perlu effort untuk menjangkau wilayah-wilayah yang memang agak jauh nih, yang agak terisolir,” ujarnya.
Dari kondisi tersebut, tim kemanusiaan melakukan asesmen untuk menentukan prioritas distribusi bantuan. Lansia, bayi, ibu hamil, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang diprioritaskan.
Selain bantuan logistik, DMC Dompet Dhuafa mengerahkan tiga tim medis dan relawan pendidikan. Eka mengatakan bantuan akan dilanjutkan hingga memasuki tahap rehabilitasi dan pemulihan.
Eka menyampaikan bahwa DMC Dompet Dhuafa berencana untuk melanjutkan bantuan hingga memasuki fase rehabilitasi dan pemulihan. Bantuan bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung masyarakat untuk bangkit setelah terjadinya bencana.
Di tengah bantuan yang terus datang, Eka mengingatkan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan dukungan. Ia mengajak masyarakat untuk turut bekerja sama melalui lembaga kemanusiaan terpercaya agar bantuan bisa menjangkau para penyintas. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....