Kementerian Transmigrasi Dorong Investasi dan Produktivitas Lahan di Batam

  • 24 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan program transmigrasi menciptakan situasi sosial yang lebih positif dan kondusif di Batam.
  • Situasi sosial yang positif di Batam berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan investor untuk kembali menanamkan modal di wilayah tersebut.
  • Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers Transmigration Executive Dialogue yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut program transmigrasi turut menciptakan situasi sosial yang lebih positif dan kondusif di Batam. Menurutnya kondisi tersebut berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan investor untuk kembali menanamkan modal di Batam.

“Dengan adanya transmigrasi, situasi sosial cenderung lebih positif dan kondusif. Dampaknya, investor makin percaya diri dan yakin untuk masuk kembali ke Batam,” kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat konferensi pers Transmigration Executive Dialogue di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Batam akan terus berada di atas rata-rata nasional. Menurutnya, Batam kini tidak hanya menjadi tujuan investasi industri, tetapi juga mulai dilirik untuk pengembangan pusat data.

“Bahkan bukan hanya industri, ada juga data center. Nvidia juga sudah akan masuk ke sana,” katanya.

Iftitah menjelaskan, pemerintah mengalokasikan sekitar 300 hektare lahan transmigrasi di Galang, Batam. Lahan tersebut telah diproses BP Batam bersama sejumlah investor untuk pengembangan galangan kapal.

Ia mengungkapkan pemanfaatan lahan transmigrasi kini diarahkan lebih produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja masyarakat. Kebijakan tersebut sekaligus mengubah pola lama pembagian lahan menjadi pengelolaan kawasan yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Kalau dulu era bagi-bagi tanah, itu sudah selesai. Sekarang lahan digunakan untuk galangan kapal dan industri kapal,” ujarnya.

Menurut Iftitah, pemanfaatan 300 hektare lahan untuk industri kapal diproyeksikan mampu membuka sekitar 21 ribu lapangan kerja dalam lima tahun ke depan. Ia menilai pengembangan tersebut penting mengingat luas Batam hampir setara dengan Singapura, sementara jumlah penduduk Singapura kini telah mendekati enam juta jiwa.

“Lahan pun makin produktif. Inilah yang kami lihat bahwa transmigrasi tidak sekadar membagi lahan, tetapi menciptakan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja,” kata Iftitah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....