Pameran CIEIE Buka Peluang Baru bagi Dunia Usaha Indonesia-Tiongkok

  • 24 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pameran CIEIE memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Tiongkok sektor perdagangan digital dan konektivitas industri
  • CIEIE tahun ini juga menghadirkan China-Indonesia Green and Innovation Exhibition

RRI.CO.ID, Jakarta - China International E-commerce Industry Expo 2026 kembali digelar di Jakarta pada 3 hingga 5 September 2026. Pameran ini diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Tiongkok sektor perdagangan digital dan konektivitas industri.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai penyelenggaraan China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) menjadi momentum penting. Salah satunya untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.

Menurutnya, nilai kerja sama tidak semata-mata diukur dari besarnya perdagangan maupun investasi. Tetapi kemampuan kolaborasi tersebut dalam membuka peluang dunia usaha yang tidak hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan.

Yang lebih penting adalah bagaimana kolaborasi tersebut mampu membuka lebih banyak peluang bagi dunia usaha. Mulai dari perusahaan besar, industri lokal, start-up, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Rano Karno, di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Rano mengatakan CIEIE dapat menjadi platform untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan China. Sekaligus membuka akses lebih luas bagi Jakarta terhadap pasar global, teknologi baru, dan peluang investasi.

Ia menambahkan, CIEIE tahun ini juga menghadirkan China-Indonesia Green and Innovation Exhibition. Yang menampilkan berbagai inovasi di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kendaraan energi baru, dan infrastruktur digital.

Rano menilai fokus tersebut sejalan dengan upaya Jakarta membangun ekonomi yang semakin inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Hal itu juga sejalan dengan rencana pembangunan industri Provinsi DKI Jakarta yang mendorong penguatan industri berteknologi maju.

“Melalui kebijakan tersebut, Jakarta terus memperkuat inovasi, mendorong ekspor, dan meningkatkan partisipasi industri lokal. Salah satunya dalam rantai pasok nasional maupun global,” ujar Rano.

Sementara, Direktur Dewan Promosi Perdagangan International Tiongkok (CCPIT) Xiong Canxin, menjelaskan tentang penyelenggaraan pameran tersebut. Yang menurutnya menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama bisnis kedua negara.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum penting karena bertepatan dengan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok. Pameran tersebut menghadirkan empat area utama, yakni pemilihan produk e-commerce.

Xiong Canxin menilai pameran tersebut dapat menjadi sarana mempertemukan kebutuhan pasar dengan produk dan layanan industri. Sekaligus memperkuat keterhubungan pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok.

“Setelah empat tahun pengembangan, pameran ini telah menjadi platform penting untuk konektivitas perdagangan digital. Kemudian interkoneksi industri, serta pencocokan penawaran dan permintaan,” katanya.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengapresiasi ajang pameran CIEIE. Menurutnya, penyelenggaraan pameran internasional seperti CIEIE dapat menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan delegasi dan perusahaan Tiongkok.

“Dengan adanya CIEIE ini, kami berharap bisa mendatangkan lebih banyak delegasi dari Tiongkok. Termasuk pabrik dan pengusaha Tiongkok untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Budihardjo.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret di bidang perdagangan, investasi, industri, dan pengembangan usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....