El Nino Sangat Kuat, Menhut Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan untuk Land Clearing

  • 24 Agt 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kehutanan Raja Antoni melarang masyarakat melakukan pembakaran lahan karena berisiko tinggi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
  • Indonesia saat ini menghadapi fenomena El Niño yang sangat kuat, bukan sekadar musim kering biasa.
  • Kondisi cuaca ekstrem meningkatkan potensi penyebaran api dari pembakaran lahan ke area hutan yang lebih luas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing atau pembukaan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilainya sangat beresiko di tengah kondisi cuaca saat ini yang mudah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia menegaskan, kondisi cuaca saat ini bukan musim kering biasa. Menurutnya saat ini Indonesia tengah menghadapi El Niño yang sangat kuat.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat menghargai apa yang disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal," kata Menhut Raja Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin, 24 Agustus 2026.

"Namun mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” ujarnya

Menhutpun meminta masyarakat menunda pembakaran lahan untuk membuka kebun dalam kondisi saat ini. Menurutnya, kondisi El Nino yang sangat kuat membuat api sekecil apa pun berisiko memicu karhutla.

“Oleh karena itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu. Untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahaya karhutla tidak hanya disebabkan dari pembakaran lahan. Raja Antoni menyebut puntung rokok hingga obat nyamuk juga dapat menjadi sumber api yang berbahaya dalam kondisi kering saat ini.

Dia mengatakan pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah karhutla menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. “Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita ingin karhutla ini tidak mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat kita,” kata Raja Antoni.

Menhut menegaskan kebijakan pemerintah terkait pengendalian karhutla tetap memperhatikan kearifan lokal. “Sekali lagi bukan kita tidak peduli dengan kearifan lokal, kita sangat peduli kearifan lokal,” ujarnya.

Menhut kembali mengajak masyarakat untuk tidak melakukan land clearing dengan pembakaran selama kondisi cuaca masih berisiko tinggi. “Hentikan politisasi, dan ayo ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa sulit ini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....