Menhut Tinjau Penanganan Karhutla di Kalba, Sebut Titik Hotspot Menurun
- 24 Agt 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Antoni melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat untuk memastikan efektivitas penanganan di lapangan.
- Titik hotspot kebakaran hutan di Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan, mengindikasikan keberhasilan upaya penanggulangan yang telah dilakukan.
- Peninjauan melibatkan kolaborasi lintas sektor termasuk BMKG, TNI-Polri, BNPB, Manggala Agni, dan Gubernur Kalimantan Barat untuk koordinasi penanganan kebakaran yang komprehensif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) Menhut mengatakan, saat ini titik hotspot di Kalbar mengalami penurunan.
Hal ini disampaikannya saat melakukan pengecekkan di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin, 24 Agustus 2026. Dalam peninjauan itu, Menhut didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI-Polri, BNPB, Manggala Agni Kemenhut, hingga masyarakat.
Menhut mengatakan jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar telah turun menjadi 28 titik. Angka itu berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), Minggu, 23 Agustus 206 pukul 23.59 malam.
“Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menhut Raja Antoni.
Meski hotspot menurun, Menhut Raja Antoni mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti persoalan asap telah selesai. Saat meninjau lokasi, tidak terlihat ada lagi api di permukaan, namun asap masih terlihat.
Menurutnya kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna. “Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap," ujarnya.
"Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ucapnya.
Menhut juga menyebut, penurunan hotspot tidak hanya terjadi karena operasi di darat. Tetapi didukung kerja bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan para relawan.
Ia memastikan perkembangan hotspot secara nasional juga menunjukkan pergeseran. Jika beberapa hari atau minggu sebelumnya hotspot terbanyak berada di Kalimantan, namun berdasarkan Minggu malam, jumlah terbanyak justru tercatat di Sumatra.
Menurutnya, di Pulau Sumatra terdapat beberapa provinsi dengan titik hotspot cukup banyak. Diantaranya Sumatra Selatan mencapai 127 titik hotspot, Riau 54 hotspot, dan Jambi 47 hotspot.
“Data lapangan sangat dinamis secara nasional. Karena memang ini sangat sulit diprediksi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....