BI Perkuat Ekonomi Perempuan Kelompok Usaha Subsisten
- 24 Agt 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia bersama Women’s World Banking dan KemenPPPA mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui kelompok usaha subsisten. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat program ekonomi dan keuangan inklusif yang responsif gender.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, penguatan dilakukan berdasarkan kajian terhadap dinamika kelompok usaha subsisten di sejumlah daerah. Kajian tersebut merekomendasikan pendekatan yang memperhatikan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat bagi perempuan.
“Program ini dirancang menjangkau kelompok yang sulit tersentuh layanan keuangan formal melalui pendekatan kelompok. Pendekatan tersebut membangun kebersamaan, kepercayaan, dan kemandirian,” ujar Filianingsih dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Kajian bertajuk “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender” dilakukan terhadap sembilan kelompok binaan BI. Kelompok tersebut tersebar di DKI Jakarta, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, dan Bali.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menilai, beban pekerjaan perawatan menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang ekonomi perempuan. Menurutnya, pekerjaan domestik dan perawatan perlu dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi.
“Pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi nasional. Ketika perempuan memperoleh akses pembiayaan, pengetahuan, teknologi, pasar, dan ruang mengambil keputusan, manfaatnya meluas,” kata Arifah.
Kajian juga menunjukkan kepemimpinan kelompok yang lebih setara dapat memperluas keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan. Pencatatan usaha transparan serta keterhubungan dengan lembaga keuangan formal turut mendukung pengembangan usaha perempuan.
Senior Policy Strategist Southeast Asia Women’s World Banking Desi Vicianna mengatakan, inklusi keuangan tidak cukup hanya memastikan perempuan memperoleh akses layanan keuangan. Menurutnya, akses tersebut harus mampu memberikan kontrol atas sumber daya dan manfaat ekonomi yang nyata.
Sebagai tindak lanjut, BI dan Women’s World Banking menyempurnakan pedoman Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Inklusif Berbasis Kelompok Subsisten. Pedoman tersebut memperkuat pendekatan responsif gender untuk diterapkan melalui 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaksana program memahami kebutuhan anggota kelompok, khususnya perempuan. Dengan demikian, pendampingan dapat membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dan mengambil keputusan secara mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....