Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar, PU Turut Dukung Penanganan
- 22 Agt 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan pemadam untuk mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Banjar
- Kebakaran berdampak terhadap sekitar tiga hektare lahan di tengah kondisi musim kemarau
- BWS Kalimantan III menyiapkan pompa Alkon, mobile pump, dan excavator sesuai kebutuhan penanganan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Berdasarkan laporan lapangan, kebakaran tersebut berdampak terhadap lahan sekitar tiga hektare di tengah kondisi musim kemarau.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Kementerian PU mengerahkan personel Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana menuju lokasi kebakaran. Selain personel, BWS Kalimantan III turut menyiapkan peralatan pemadam portable untuk mendukung penanganan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla terus diperkuat selama musim kemarau 2026. Dody menyebut penguatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor serta optimalisasi infrastruktur dan sumber daya air.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026. Menurutnya, infrastruktur juga harus mampu menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin Sandi Erryanto mengatakan dukungan terus dilakukan melalui Satgas Antisipasi dan Penanganan El Nino. Ia menyebut dukungan tersebut berupa pengerahan personel dan peralatan sesuai kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
“BWS Kalimantan III menurunkan tim untuk mendukung pemadaman dan pembasahan lahan. Peralatan yang disiapkan antara lain pompa Alkon, mobile pump, dan excavator sesuai kebutuhan penanganan di lapangan,” ujar Sandi.
Dukungan penyediaan air diperkuat melalui tiga unit mobil tangki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan. Sandi menambahkan, mobil tangki tersebut juga telah diperbantukan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung distribusi air.
“Untuk sumber air, kami memanfaatkan sumber yang tersedia di sekitar lokasi, antara lain sungai, saluran irigasi, dan embung. Pengambilannya disesuaikan dengan jarak, akses menuju lokasi, serta ketersediaan debit agar dukungan air dapat diberikan secara efektif,” ucapnya.
Kementerian PU memastikan dukungan sarana dan sumber daya air terus disiagakan menghadapi potensi karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat respons penanganan selama musim kemarau berlangsung.
Sebagai informasi, dalam penanganan karhutla, Kementerian PU berperan sebagai unsur pendukung sesuai tugas dan kewenangannya. Dukungan tersebut dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air serta penyediaan peralatan dan personel.
Untuk penanganan utama dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi terkait di lapangan. Instansi tersebut meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, serta satgas karhutla lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....