PELNI Buka Pengangkutan Gratis Bantuan Gempa Flores melalui Jalur Laut
- 22 Agt 2026 20:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PELNI membuka pengangkutan bantuan gratis bagi perusahaan, komunitas, relawan, dan pemerintah melalui transportasi laut
- KM Awu dijadwalkan membawa bantuan hasil kolaborasi PELNI dan PT Pos Indonesia menuju Ende pada 28 Agustus 2026
- Masyarakat dapat mendaftarkan pengiriman bantuan melalui kantor PELNI atau layanan 021-162 secara gratis
RRI.CO.ID, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Kupang membuka pengangkutan bantuan gratis untuk korban pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut memungkinkan perusahaan, komunitas, relawan, maupun pemerintah mengirim bantuan kemanusiaan melalui transportasi laut.
Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Cabang Kupang mengatakan program tersebut bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, pengangkutan gratis dilakukan secara nasional menggunakan kapal PELNI melalui kolaborasi berbagai pihak terkait.
“Itu merupakan program di mana kita memberikan pengangkutan gratis secara nasional menggunakan kapal-kapal PT PELNI. Kita bisa berkolaborasi kepada seluruh perusahaan-perusahaan, komunitas, maupun relawan yang ingin mengirim bantuannya,” kata Teguh Hari Setiadi saat berdialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sebelumnya, PELNI telah mengangkut sekitar 12 ton bantuan menggunakan Kapal Motor (KM) Tidar dari Kupang menuju Pelabuhan Maumere. Pengiriman tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama InJourney dan PT Pelindo dengan jenis bantuan berupa sembako.
Selanjutnya, KM Awu dijadwalkan membawa bantuan hasil kolaborasi PELNI dan PT Pos Indonesia menuju Pelabuhan Ende. Pengiriman tersebut direncanakan berlangsung pada 28 Agustus 2026 mendatang untuk menjangkau wilayah terdampak lainnya.
General Manager tersebut mengatakan muatan bantuan sebanyak 12 ton tersebut belum mencapai kapasitas maksimal kapal PELNI. “Untuk kapasitas di atas kapal itu bisa mencapai kurang lebih 100 kubik ataupun 100 ton,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam proses pengiriman, PELNI terlebih dahulu menyortir bantuan sebelum menempatkannya pada lokasi khusus. Menurut Teguh, langkah tersebut dilakukan agar bantuan tidak tercampur dengan barang maupun muatan penumpang reguler.
“Kita sortir, lalu kita akomodir, dan kita tempatkan di tempat yang khusus untuk bantuan-bantuan tersebut. Agar tidak tercampur dengan barang maupun muatan dari penumpang,” kata Teguh.
Teguh mengatakan PELNI tetap melakukan evaluasi terhadap proses pengangkutan bantuan melalui jalur laut tersebut. Adapun evaluasi mencakup pelayanan, operasional kapal, serta proses pemuatan dan pembongkaran bantuan di pelabuhan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mempercepat penyaluran bantuan. Teguh menilai kerja sama tersebut diperlukan agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran kepada wilayah terdampak.
“Adanya kolaborasi maupun kerja sama stakeholder terkait dengan pemerintah daerah untuk percepatan bantuan bisa tersalur dengan cepat dan tepat. Kami juga berharap dari seluruh stakeholder di cabang-cabang bisa bekerja sama dengan baik dan pasti dalam penyaluran barang-barang bantuan,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan, pendaftaran dapat dilakukan melalui kantor PELNI atau menghubungi layanan PELNI di 021-162. “Kami pastikan kami siap dan kami bantu secara gratis,” kata Teguh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....