Kemendikdasmen Fleksibelkan Dana BOP dan BOS Hadapi Karhutla di Kalimantan
- 22 Agt 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menyiapkan fleksibilitas penggunaan dana BOP dan BOS untuk sekolah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Fleksibilitas dana ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat akibat kabut asap sambil memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi.
- Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti menekankan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak karhutla dan pemulihan pascabencana disiapkan sejak awal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan fleksibilitas penggunaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah terdampak karhutla. Fleksibilitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat akibat kabut asap sekaligus memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas dalam penanganan dampak karhutla. Selain itu, Kemendikdasmen memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dan pemulihan pascabencana disiapkan sejak awal.
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama kementerian dan lembaga terkait. Kami memastikan murid terdampak karhutla tidak kehilangan hak belajar,” ujar Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kemendikdasmen juga akan memperbarui Surat Edaran Menteri sebagai penegasan protokol pembelajaran darurat akibat kabut asap. Posko Pendidikan Darurat Karhutla akan diaktifkan di lima provinsi prioritas untuk memperkuat koordinasi penanganan pendidikan.
Selain itu, status pembelajaran akan dilaporkan setiap hari melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memantau kondisi satuan pendidikan. Kemendikdasmen juga menyiapkan bantuan masker medis dan paket kesehatan bagi satuan pendidikan yang terdampak kabut asap.
Pemantauan situasi akan dilakukan hingga akhir September dengan mengacu pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian. Untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, Kemendikdasmen menyediakan modul pembelajaran dan ruang kelas aman asap di sekolah rujukan.
Pelayanan psikososial juga disiapkan bagi warga sekolah yang terdampak situasi bencana karhutla. Kemendikdasmen menegaskan, seluruh langkah tersebut diarahkan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga keberlangsungan hak belajar murid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....