Menteri PPPA Dukung UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

  • 22 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPA Arifah Fauzi mendorong pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan dan UMKM untuk memperkuat ekonomi nasional secara inklusif.
  • Penguatan akses pembiayaan, pasar, teknologi, dan kesempatan berusaha menjadi kunci meningkatkan kontribusi ekonomi perempuan.
  • Perempuan menghadapi kesenjangan signifikan dengan laki-laki dalam akses pekerjaan, pembiayaan, dan teknologi yang perlu diperkuat secara optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mendukung pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan dan UMKM untuk memperkuat ekonomi nasional secara inklusif. Menurutnya, penguatan akses pembiayaan, pasar, teknologi, serta kesempatan berusaha penting meningkatkan kontribusi perempuan bagi perekonomian.

Arifah mengatakan perempuan memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi nasional, namun partisipasinya masih menghadapi kesenjangan dengan laki-laki. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya penguatan akses perempuan terhadap pekerjaan, pembiayaan, teknologi, serta peluang pengembangan usaha secara optimal.

“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda kesetaraan, melainkan strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, penguatan peran perempuan perlu menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Arifah Fauzi saat memberikan sambutan dalam Inclusion Talk “Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa” di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Berdasarkan data BPS 2025, partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 56 persen, sedangkan laki-laki sebesar 84 persen. Arifah menilai kesenjangan tersebut menunjukkan masih banyak perempuan belum berpartisipasi optimal akibat hambatan struktural dalam ketenagakerjaan.

“Pemberdayaan perempuan kami dorong melalui kewirausahaan berperspektif gender, termasuk formalitas usaha dan kepemilikan NIB bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan memperluas akses perempuan terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, serta peluang pengembangan usaha secara optimal,” ucap Arifah.

Arifah mengatakan penguatan UMKM perempuan membutuhkan ekosistem pendukung agar potensi ekonomi dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Kementerian PPPA mendorong Ruang Bersama Indonesia mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan desa serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Perempuan Indonesia telah membuktikan mampu bertahan menghadapi berbagai krisis dan kini harus terus tumbuh serta berkembang. Saatnya perempuan memimpin dan menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia demi mewujudkan bangsa yang semakin adil dan sejahtera,” kata Arifah menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....