Kemendikdasmen Siapkan Tenda Pembelajaran Darurat di NTT

  • 22 Agt 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen telah mengirimkan tim khusus ke Nusa Tenggara Timur untuk mendukung penanganan pendidikan pascagempa.
  • Tenda pembelajaran darurat sedang dibangun untuk memastikan siswa terdampak dapat terus melanjutkan kegiatan belajar.
  • Keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pembelajaran darurat di tengah potensi gempa susulan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan tenda pembelajaran darurat bagi siswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar tetap berjalan, dengan mengutamakan keselamatan siswa di tengah potensi gempa susulan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, tim Kemendikdasmen telah dikirim ke NTT untuk mendukung penanganan pendidikan. “Untuk NTT kami sudah mengirimkan tim dan mulai membangun tenda pembelajaran darurat untuk anak-anak sehingga mereka bisa terus belajar,” ujar Mu’ti di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran di NTT masih menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk potensi gempa susulan. Karena itu, pemerintah bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi menentukan pola pembelajaran yang aman bagi siswa terdampak bencana.

“Intinya adalah bagaimana keselamatan murid tetap kita utamakan. Sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan sepanjang tetap menjamin keselamatan,” katanya.

Mu’ti menegaskan, penanganan pendidikan di wilayah terdampak bencana menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini. Di tengah kondisi darurat, pemerintah berupaya memastikan anak-anak tetap mendapatkan ruang belajar dan layanan pendidikan.

Ia mengatakan, terus berkoordinasi dennen pemerintah daerah untuk menentukan pola pembelajaran di wilayah yang terdampak bencana. Ia memastikan, penanganan pembelajaran di NTT menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini.

Bahkan, lanjut dia, di tengah kondisi darurat, pemerintah berupaya terus menyediakan ruang belajar demi tercapainya hak anak. "Agar anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....