BPOM dan Sudan Perkuat Kerja Sama Pengawasan Obat dan Produk Kesehatan
- 22 Agt 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BPOM Taruna Ikrar menerima audiensi Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali membahas tindak lanjut kerja sama kedua negara
- BPOM berupaya meningkatkan kapasitas regulator farmasi dan memperkuat laboratorium Sudan sesuai kebutuhan melalui kerja sama yang telah disepakati
- Indonesia dan Sudan berkomitmen memperkuat hubungan melalui pertukaran pengetahuan serta kerja sama sektor farmasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menerima audiensi Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama pengawasan obat dan produk kesehatan kedua negara.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut memorandum of understanding (MoU) antara BPOM dan National Medicines and Poisons Board (NMPB) Sudan. MoU yang disepakati pada 3 Juli 2025 mencakup pengawasan obat, obat bahan alam, suplemen kesehatan, serta kosmetik.
Taruna mengatakan BPOM telah meraih status WHO-Listed Authority (WLA) pada 16 Desember 2025. Status tersebut menunjukkan sistem regulasi BPOM telah memenuhi standar internasional dan sejajar dengan regulator negara maju.
Ia menyebut BPOM akan berupaya meningkatkan kapasitas regulator farmasi serta memperkuat kapasitas laboratorium sesuai kebutuhan Sudan. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan BPOM terhadap penguatan sistem regulasi farmasi di Sudan.
“BPOM akan mengupayakan untuk peningkatan kapasitas regulator farmasi. Serta dukungan terhadap penguatan kapasitas laboratorium sesuai kebutuhan Sudan,” kata Taruna Ikrar saat menerima audiensi Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026,
Pemerintah Indonesia dan Sudan telah memiliki kerja sama yang baik, termasuk ekspor produk vaksin serta obat keluarga berencana dari Indonesia. BPOM berharap kerjasama melalui MoU tersebut terus berkembang dan diwujudkan dalam kegiatan konkret bagi kedua pihak.
BPOM berkomitmen menjadi mitra strategis Sudan dalam pengembangan sektor farmasi melalui penguatan kapasitas regulator dan laboratorium. Kerja sama tersebut juga sejalan dengan semangat Kerja Sama Selatan-Selatan dan solidaritas Indonesia terhadap negara berkembang.
“Sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia. Saya berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Sudan akan senantiasa terpelihara dan semakin erat,” ujar Taruna.
Sementara itu, Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan kinerja yang telah terjalin antara Pemerintah Sudan dengan BPOM. Ia berharap hubungan kedua pemerintah terus terjaga melalui pertukaran pengetahuan serta penguatan kapasitas regulator Sudan.
Ia berharap komunikasi antarpemerintah semakin erat melalui kerja sama berkelanjutan. Menurutnya, BPOM dapat menjadi mitra dalam mendukung peningkatan kapasitas regulator farmasi Sudan.
“Kami atas nama pribadi dan perwakilan Pemerintah Sudan di Indonesia berterima kasih atas kerja sama serta kinerja yang terjalin dengan BPOM. Saya berharap silaturahmi tetap terjalin antara kedua pemerintah dan menjadi mitra dalam knowledge-sharing serta penguatan kapasitas regulator Sudan,” ucap Yassir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....