Pusdokkes Polri Layani 120 Warga Terdampak Gempa Bumi NTT

  • 22 Agt 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo untuk korban gempa NTT.
  • Sebanyak 120 masyarakat terdampak gempa telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri hingga 17 Agustus 2026.
  • Keluhan kesehatan warga yang ditangani didominasi oleh flu, mual, dan muntah, yang menjadi fokus perhatian tim medis.

RRI.CO.ID, NTT - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri membuka layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak gempa di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercatat hingga 17 Agustus 2026, terdapat 120 masyarakat NTT yang telah memperoleh pemeriksaan dan pengobatan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri.

Juru Bicara Posko Pelayanan NTT Ipda dr. Fahri Abdurrahman mengatakan, sejumlah keluhan warga didominasi flu, mual, dan muntah. Menurutnya, keluhan tersebut menjadi perhatian tim kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa di pengungsian.

“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu. Kemudian ada juga yang mual dan muntah,” kata Fahri dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia mengatakan, layanan kesehatan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi serba terbatas. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan kepada para pengungsi.

“Personel kesehatan Polri terus memantau kondisi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia, selama berada di pengungsian. Layanan kesehatan di pengungsian memudahkan warga memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan yang jauh,” ucap Fahri.

Pusdokkes Polri memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa tetap berjalan selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Pelayanan tersebut menjadi bagian upaya Polri membantu masyarakat memenuhi kebutuhan kesehatan selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.

“Kami memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa terus diberikan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Pelayanan akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan warga serta membantu masyarakat melewati masa pemulihan setelah bencana gempa,” kata Fahri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....