Kemenko PMK Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana Nasional
- 22 Agt 2026 07:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenko PMK menggelar Indonesia Disaster Management Summit sebagai forum konsultasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat penanggulangan bencana nasional.
- Forum melibatkan lima pilar penting: pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media dalam sinergi pentahelix untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana.
- Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Meri Efriana menekankan perlunya kontribusi bersama seluruh pihak agar penanggulangan bencana dapat berjalan lebih terpadu dan efektif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian PMK mendorong penguatan sinergi pentahelix melalui Indonesia Disaster Management Summit (DMS) untuk memperkuat penanggulangan bencana nasional. Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Meri Efriana menyebut DMS menjadi forum konsultasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Forum ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media untuk memperkuat sinergi penanggulangan bencana nasional. Seluruh pihak perlu bersama-sama berkontribusi agar penanggulangan bencana dapat berjalan lebih terpadu dan efektif,” kata Meri Efriana saat diwawancarai RRI.CO.ID usai menghadiri acara Disaster Management Summit di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, forum tersebut membahas pengembangan kebijakan penanggulangan bencana berdasarkan hasil pelaksanaan DMS pada akhir 2025. Hasil pembahasan DMS 2025 sebelumnya telah disusun dalam laporan dan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan penguatan kebijakan.
“Penanggulangan bencana merupakan urusan bersama, sehingga seluruh pihak harus berkolaborasi memperkuat kesiapsiagaan dan respons menghadapi bencana di Indonesia. Sinergi pentahelix penting agar pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dapat bersama-sama menangani bencana secara optimal,” ucap Mery.
Meri mengatakan sinergi diperlukan sejak prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana untuk memperkuat penanganan secara terpadu. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar pemerintah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai risiko bencana di Indonesia.
“Kita ingin melihat pengembangan DMS ke depan agar semakin memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pentahelix dalam menghadapi berbagai risiko bencana secara lebih terpadu,” ujarnya.
Meri mengatakan DMS direncanakan menjadi agenda tahunan yang digelar setiap akhir tahun sebagai evaluasi penanggulangan bencana. Forum tersebut menjadi sarana mengevaluasi kejadian bencana sepanjang tahun sekaligus memperbaiki langkah penanganan untuk tahun berikutnya.
“DMS direncanakan menjadi agenda tahunan setiap akhir tahun untuk mengevaluasi berbagai kejadian bencana yang terjadi sepanjang tahun. Evaluasi tersebut menjadi pembelajaran bersama untuk memperbaiki penanganan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia menilai perubahan iklim turut berdampak terhadap meningkatnya risiko bencana yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. Namun, pengalaman dari setiap kejadian bencana dapat menjadi pembelajaran bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....