UMN Dampingi Petani dan Pembudidaya Optimalkan Teknologi di Bojong Renged

  • 21 Agt 2026 06:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Universitas Multimedia Nusantara menjalankan Program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Bojong Renged, Kabupaten Tangerang, melibatkan Kelompok Tani Waru Brilliant dan Kelompok Perikanan Waru Brilliant.
  • Memasuki tahun kedua, program mengoptimalkan teknologi greenhouse IoT dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani.
  • Kelompok perikanan mengembangkan sistem akuaponik terintegrasi dengan pemantauan kualitas air berbasis IoT dan dukungan energi surya untuk keberlanjutan lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Multimedia Nusantara mendorong penguatan pertanian dan perikanan berbasis teknologi bagi masyarakat Desa Bojong Renged, Kabupaten Tangerang. Program tersebut dijalankan melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan bersama Kelompok Tani Waru Brilliant dan Kelompok Perikanan Waru Brilliant.

Memasuki tahun kedua, program mengoptimalkan teknologi sebelumnya melalui greenhouse IoT dan energi surya bagi kelompok tani setempat. Kelompok perikanan mengembangkan sistem akuaponik dengan pemantauan kualitas air berbasis IoT serta dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Ketua Tim Pelaksana, Ir. Arief Iswariyadi, mengatakan fokus pendampingan kini diarahkan pada kemampuan masyarakat. Yaitu dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung produksi dan pengelolaan usaha.

“Teknologi yang sudah tersedia perlu benar-benar menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari kelompok. Karena itu, pada tahun kedua kami menekankan bagaimana data digunakan dalam pengelolaan pertanian dan perikanan," kata Arief dalam keterangan yang diterima, Jumat 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pelatihan Manajemen Pertanian Profesional Berbasis Data pada 14 Juli 2026. Pelatihan mencakup pengelolaan produksi, pencatatan biaya, analisis pendapatan, perencanaan budidaya, serta pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan.

Selain penguatan manajemen, kelompok juga mendapat pendampingan untuk mengembangkan produk bernilai tambah. Pada 29 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan pengolahan sayuran menjadi mie dan ikan bumbu kuning berkemasan vakum.

Diversifikasi produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan perikanan. Dengan demikian, produk tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan.

Anggota tim pelaksana, Muhammad Salehuddin, mendampingi pemanfaatan dashboard pemantauan berbasis IoT pada sektor pertanian dan perikanan. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu kelompok memantau kondisi lingkungan, lahan, dan kualitas air.

“Pada pertanian, informasi mengenai kondisi lingkungan dan tanah dapat membantu menentukan tindakan yang diperlukan. Sedangkan pada perikanan data kualitas air dapat menjadi bahan evaluasi kondisi kolam,” kata Muhammad.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk menampilkan informasi. Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu masyarakat merespons perubahan kondisi budidaya dengan lebih cepat dan terukur.

Penguatan teknologi juga dilengkapi dengan pendampingan pemasaran. Pada 4 Agustus 2026, tim UMN memberikan pendampingan pengelolaan website pemasaran kepada kedua kelompok.

Pendampingan mencakup pengelolaan profil usaha, katalog produk, informasi produk, foto dan video, harga, hingga ketersediaan produk. Kelompok juga didorong memanfaatkan media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan bisnis.

Satya Arisena Hendrawan mengatakan kanal digital menjembatani kemampuan produksi masyarakat dengan akses pasar yang lebih luas secara berkelanjutan. “Website dan kanal digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampilkan produk," kata Satya selaku anggota tim pelaksana.

"Kelompok perlu mampu menyajikan profil usaha, informasi produk, foto, harga. Serta, kontak secara konsisten sehingga calon konsumen lebih mudah mengenali dan mengakses produk mereka,” ujarnya menambahkan.

Anggota tim pelaksana, Andy Firmansyah, mengatakan kualitas produk perlu didukung strategi pemasaran yang sesuai agar mampu menjangkau konsumen. "Kelompok tidak hanya kami dorong untuk mampu memproduksi, tetapi juga memahami siapa konsumennya dan bagaimana memanfaatkan kanal digital," kata Andy.

Program tersebut melibatkan Kelompok Tani Waru Brilliant dan Kelompok Perikanan Waru Brilliant yang masing-masing beranggotakan 20 orang. Kedua kelompok menjadi bagian dari pengembangan Kampung Tematik Waru Brilliant di Desa Bojong Renged.

Program Pemberdayaan Desa Binaan ini didanai Kemendiktisaintek pada 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Desa Binaan. Pelaksanaan program mengacu pada Kontrak Nomor 0698/LL3/DT.06.01/2026 dan Nomor 2147/HIBAHPDB-RIS/IV/2026.

Program mendukung pencapaian SDGs, khususnya ketahanan pangan, air bersih, energi terjangkau, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat berkelanjutan. UMN berharap penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kewirausahaan mampu meningkatkan ketahanan pangan serta ekonomi berbasis potensi wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....