Kementerian Ekraf dan ION Jajaki Perluasan Pasar Digital

  • 20 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenekraf menjajaki kolaborasi strategis dengan Indonesia Open Network untuk mempercepat transformasi digital pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
  • Kerja sama ini bertujuan memperluas akses pasar digital dan membuka peluang komersialisasi produk kreatif lokal ke pasar global.
  • Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menekankan bahwa kolaborasi ION dapat meningkatkan daya saing produk kreatif lokal di tingkat internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kolaborasi dengan Indonesia Open Network untuk memperluas akses pasar digital pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing produk kreatif lokal di pasar global.

Kemenekraf menyampaikan pembahasan tersebut dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan ION untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pemasaran digital dan perdagangan lintas batas.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan integrasi teknologi menjadi bagian pembahasa. Hal ini untuk memperkuat infrastruktur bisnis pelaku usaha ekonomi kreatif Indonesia.

“Kemitraan ION menjadi momentum penting membuka akses pasar digital lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Kerja sama ini diharapkan memperkuat peluang pelaku ekonomi kreatif menjangkau pasar digital secara berkelanjutan,” kata Irene Umar dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kemenekraf membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI bersama ION untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif. Sinergi program strategis juga didorong untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Audiensi membahas pemanfaatan ION untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pemasaran digital dan perdagangan lintas batas. Pembahasan mencakup pembiayaan serta perlindungan kekayaan intelektual untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif,” ucap Irene.

Irene menjelaskan pembahasan berikutnya mendorong sinergi program strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di pasar global.

“Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal. Sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” kata Irene.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif, investasi ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan ekspor sektor ekonomi kreatif menembus 31,94 miliar dolar AS dan menyerap 27,40 juta tenaga kerja.

Sektor ekonomi kreatif tersebut menyerap 27,40 juta tenaga kerja dari 21 subsektor. Terpantau para tenaga kerja tersebut mayoritas generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....