Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF tanpa Alokasi APBN
- 19 Agt 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Keuangan menegaskan bahwa DDMF tidak menggunakan alokasi APBN sebagai modal awal pembentukan.
- Danantara Development Management Fund merupakan instrumen pembiayaan investasi baru untuk mengembangkan proyek-proyek besar dan strategis dalam jangka panjang.
- DDMF merupakan bagian dari Danantara, yang dirancang sebagai solusi alternatif pembiayaan investasi di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pembentukan Danantara Development Management Fund (DDMF), tidak menggunakan alokasi APBN sebagai modal awal. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Plt DJSEF), Kemenkeu, Ferry Ardiyanto.
DDMF diketahui sebagai instrumen baru, untuk pembiayaan investasi di Indonesia. Sebagai bagian dari Danantara, DDMF akan digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek besar dan strategis dalam jangka panjang.
"Development Management Fund kan ini kan suatu dari Danantara yang akan digunakan untuk melakukan proyek-proyek besar. Mereka kan juga bisa melakukan pembiayaan inovatif, blended finance, tapi tidak akan—setahu saya tidak akan menggunakan dana dari APBN," kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Lebih lanjut dicontohkannya, sejumlah proyek strategis dalam jangka panjang yang investasinya dapat diinisiasi DDMF yakni proyek kendaraan listrik. Selain itu, terdapat pula proyek pembangunan Giant Sea Wall yang akan dibangun disepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.
Diungkapkannya, peranan DDMF ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, saat pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu menurut Ferry, Kepala Negara telah menjelaskan mekanisme pengelolaan pembiayaan investasi untuk proyek-proyek startegis nasional.
"Seperti misalnya mobil listrik nasional yang menurut informasi akan diluncurkan tahun 2028, kemudian juga yang minggu kemarin sudah diluncurkan di Karawang, mobil listrik nasional. Dan sesuai pidato itu ada Giant Sea Wall untuk melindungi pantai utara Jawa," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027, memperkenalkan DDMF. Presiden menjelaskan, DDMF dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan tidak bergantung pada APBN dalam proyek-proyek strategis jangka panjang.
"DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia. Dan juga, kita hindari harus dibiayai APBN," imbuh Presiden Prabowo dalam pidatonya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....