Mendagri Terus Koordinasi guna Percepat Penanganan Dampak Gempa NTT
- 19 Agt 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung dampak gempa sekaligus mengevaluasi penanganan dan kebutuhan pemulihan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Mendagri mengatakan, dirinya akan meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk kondisi infrastruktur hingga layanan dasar masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dalam penanganan gempa NTT. Menurutnya , kehadirannya di lapangan bersama sejumlah menteri lain adalah untuk memastikan kelancaran penanganan dampak gempa.
"Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB. Jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (yang memperbaiki)," ujar Mendagri Tito ketika di Ende, NTT, Selasa 18 Agustus 2026.
Mantan Kapolri itu juga menyoroti pentingnya pemulihan layanan kelistrikan di lokasi terdampak gempa. Dari hasil peninjauan yang belum usai, Mendagri menemui masih ada wilayah yang belum teraliri listrik.
"Saya langsung menelepon Dirut PLN (Darmawan Prasodjo). Timnya turun langsung," ucap Tito menambahkan.
Mendagri menegaskan, keselamatan korban menjadi prioritas pada tahap awal penanganan bencana. Masyarakat yang sakit harus segera mendapatkan pengobatan, dan kebutuhan dasar keluarga terdampak harus dipenuhi.
"Prioritas utama, evakuasi dan menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar: listrik, internet, komunikasi. Kemudian jalan, akses, harus dibuka," katanya.
Menurut Tito, pemulihan akses dan infrastruktur harus diarahkan terlebih dahulu pada fungsi yang paling mendesak. Termasuk perbaikan jembatan dan penyediaan air minum sebagai kebutuhan dasar.
"Jadi, masyarakat sabar, perlu waktu. Yang penting kita semua turun, bekerja sama (antara pemerintah) pusat, daerah, dan masyarakat," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan total bantuan yang telah dikirim ke wilayah terdampak gempa sebanyak 253 ton logistik.
Logistik tersebut diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan menggunakan lima pesawat. Pengiriman bantuan logistik tersebut dipantau langsung oleh Seskab.
"Hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Total membawa 65 ton logistik," ujar Seskab Teddy.
"Jadi sejak hari pertama, 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," katanya lebih lanjut. Hal ini disampaikan Seskab melalui keterangan tertulis yang diterima media pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Logistik yang dikirim terdiri dari makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain. Pemerintah juga menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....