Wamendikdasmen Soroti Pentingnya Motivasi dan Pendampingan dalam PJJ
- 19 Agt 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tidak berhenti ketika siswa yang Anak Tidak Sekolah (ATS) kembali mendapatkan akses pendidikan formal.
- Pelaksanaan PJJ perlu terus ditingkatkan untuk memastikan mutu pembelajaran tetap terjaga, siswa tetap termotivasi, dan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan komitmen ini saat meninjau langsung implementasi PJJ di SMAN 1 Gorontalo bersama Gubernur Gusnar Ismail.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemendikdasmen menegaskan keberhasilan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tidak berhenti ketika Anak Tidak Sekolah (ATS) kembali memperoleh akses pendidikan. Pelaksanaan PJJ dinilai harus terus diperbaiki agar mutu terjaga, murid termotivasi, dan mampu menuntaskan pendidikan hingga meraih cita-cita.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan PJJ di sekolah induk SMAN 1 Gorontalo bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
“Saya ingin menyampaikan selamat kepada adik-adik yang mulai menempuh PJJ. Terima kasih karena adik-adik tetap memilih melanjutkan belajar melalui PJJ,” ujar Fajar.
PJJ merupakan salah satu upaya Kemendikdasmen untuk memperluas layanan pendidikan formal yang fleksibel bagi ATS. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan sumber daya manusia.
Termasuk pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Di Gorontalo, SMAN 1 Gorontalo menjadi sekolah induk PJJ, dengan SMAN 2 Limboto dan SMAN 1 Gorontalo Utara sebagai sekolah mitra.
Kepala SMAN 1 Gorontalo, Adianiwaty S. Polapa, melaporkan bahwa PJJ telah berjalan sekitar satu minggu. Saat memasuki ruang kelas, Wamendikdasmen Fajar menemui Naila, murid PJJ asal Gorontalo Utara yang tengah mengikuti pembelajaran Biologi.
“Saya ingin tahu pengalaman adik-adik selama PJJ. Kami ingin mendengar langsung masukan dari kalian acar pelaksaan PJJ berjalan optimal,” ujar Fajar.
Naila sendiri sempat berhenti sekolah setelah merasa tidak nyaman di lingkungan sekolah dan mengalami perundungan melalui grup percakapan. Melalui PJJ, Naila kini kembali belajar dan tetap menyimpan cita-cita menjadi dokter.
Wamendikdasmen Fajar kemudian juga berdialog dengan ibunda seorang siswa Bernama Rizki. Ia menceritakan bahwa anaknya cenderung tertutup dan sebelumnya hanya sempat mengikuti MPLS sebelum enggan kembali ke sekolah.
“Adik-adik harus tetap semangat. Semoga harapan dan cita-cita kalian tercapai,” ujar Fajar.
Sesi dialog dengan guru menunjukkan tantangan PJJ bukan semata persoalan jaringan internet, tetapi juga motivasi, kedisiplinan, dan konsistensi murid. Karena itu, Fajar menekankan pentingnya keterlibatan keluarga.
“Perlu pendampingan intensif dari orang tua di rumah. Walaupun PJJ, saya juga mendorong ada pertemuan agar anak-anak lebih akrab,” katanya.
Guru dari sekolah mitra SMAN 2 Limboto juga menyampaikan tantangan jarak karena sejumlah murid tinggal jauh dari pusat kota. Guru bahkan harus turun hingga ke kecamatan untuk menjangkau mereka.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung PJJ secara serius. Menurutnya, dukungan tersebut harus diwujudkan sejak menemukan anak yang tidak sekolah hingga memastikan mereka nyaman dan bertahan dalam pembelajaran.
“PJJ itu perlu ada effort khusus, terutama mencari anak yang tidak sekolah. Kedua, bagaimana anak PJJ harus membuat anak anak betah dan nyaman mengikuti pembelajaran,” ujar Gusnar.
Gusnar menyebut ATS jenjang SMA di Gorontalo hampir 3.000 anak. Karena itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut baik inisiatif Kemendikdasmen sebagai bagian dari ikhtiar bersama mengembalikan anak-anak tersebut ke pendidikan.
“PJJ ini harus menarik supaya anak tertarik. Saya sepakat dengan Pak Wamen Fajar, perlu ada pertemuan reguler secara luring antara siswa PJJ, guru, dan orang tua,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....