TNI AU Gerak Cepat, Enam Pesawat Angkut Logistik Dikirim ke NTT
- 19 Agt 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengatakan, mengerahkan enam pesawat angkut untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa bumi di NTT.
- Kadispenau, Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana mengatakan, seluruh pesawat telah ditugaskan sejak Senin, 17 Agustus 2026.
- Kekuatan pesawat terdiri atas dua C-130J Super Hercules. Lalu, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737
RRI.CO.ID, Jakarta - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengatakan, mengerahkan enam pesawat angkut untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa bumi di NTT. Armada tersebut, disiapkan untuk memastikan kebutuhan pangan dan berbagai perlengkapan masyarakat dapat segera tiba di wilayah bencana.
Kadispenau, Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana mengatakan, seluruh pesawat telah ditugaskan sejak Senin, 17 Agustus 2026. Menurutnya, pengerahan armada tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
“Kekuatan pesawat terdiri atas dua C-130J Super Hercules. Lalu, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737," kata Nyoman dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Enam pesawat tersebut terdiri dari berbagai jenis pesawat angkut milik TNI AU dengan kemampuan membawa muatan dalam jumlah besar. Pesawat-pesawat TNI AU tersebut, membawa bantuan menuju Labuan Bajo dan Maumere, yang menjadi salah satu titik penting dalam proses distribusi logistik.
Salah satu C-130J Super Hercules diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram. Sementara, C-130J Super Hercules lainnya menuju Maumere dengan membawa muatan logistik seberat 13.563 kilogram.
Selain armada Super Hercules, TNI AU juga mengoperasikan pesawat angkut Airbus A400M untuk mendukung pengiriman bantuan. Pesawat tersebut, membawa sekitar 20.779 kilogram logistik dalam penerbangannya menuju Labuan Bajo.
Dua pesawat Boeing 737 juga turut dikerahkan untuk mengangkut bantuan menuju Maumere. Masing-masing pesawat, membawa muatan sekitar 10.000 kilogram logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Jika dijumlahkan berdasarkan penerbangan yang disebutkan, sedikitnya 67.842 kilogram (sekitar 67,8 ton) bantuan telah diangkut oleh armada tersebut. Jumlah itu, belum termasuk kemungkinan penerbangan berikutnya, karena seluruh pesawat masih dalam status siaga untuk mendukung kebutuhan di lapangan.
"Armada angkut TNI AU tidak hanya dikerahkan untuk satu kali pengiriman. Pesawat-pesawat tersebut akan tetap disiagakan agar bantuan tambahan dapat segera diberangkatkan apabila kebutuhan masyarakat di NTT meningkat," ucap Nyoman.
Kesiapsiagaan tersebut, kata Nyoman, dilakukan untuk mendukung proses penanganan bencana yang masih berlangsung. Pemerintah dan berbagai unsur terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat dipenuhi selama masa pemulihan.
Nyoman menegaskan TNI AU akan mempertahankan kesiapan pesawat angkut hingga kondisi di wilayah terdampak dinilai lebih aman dan stabil. “Pesawat angkut TNI AU akan terus disiagakan hingga kondisi di NTT kondusif dan keadaan masyarakat terdampak berangsur pulih," ujar Nyoman.
Pengerahan enam pesawat ini menjadi bagian dari upaya mempercepat mobilisasi bantuan menuju NTT. Dengan dukungan pesawat angkut berkapasitas besar, distribusi logistik dari pusat diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....