BNPB Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Gempabumi di Flores Terpenuhi

  • 19 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melakukan kunjungan ke Kabupaten Ngada dan Nagekeo, NTT, untuk memantau penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 18 Agustus 2026.
  • Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan darurat berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa dapat terpenuhi dengan baik.
  • Kepala BNPB langsung meninjau sejumlah fasilitas pelayanan publik yang terdampak guncangan gempa untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan respons penanganan bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau penanganan darurat gempa bumi magnitudo 7,7 Flores. Kegiatan peninjauan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar seluruh masyarakat terdampak bencana dapat berjalan optimal. Penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi fisik bangunan serta fasilitas umum di lapangan.

Penerbangan dilakukan dari Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo menuju Bandara Turelelo di wilayah Bajawa. Kerusakan fisik terjadi pada plafon bangunan Rumah Sakit Pratama Riung akibat guncangan gempa bumi tersebut.

Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan masyarakat pada fasilitas medis tersebut belum dapat berjalan secara normal. Sejumlah pasien Puskesmas Riung bahkan harus dievakuasi serta mendapat perawatan medis di luar halaman gedung.

Suharyanto berdialog langsung bersama pasien serta tenaga kesehatan di lokasi fasilitas pelayanan kesehatan Kecamatan Riung. Pemerintah memberikan bantuan logistik penanganan darurat serta berbagai kebutuhan spesifik bagi anak-anak para penyintas.

"Kehadiran kami di sini untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi. Mulai dari logistik, peralatan, pelayanan kesehatan, dapur umum, sampai kebutuhan lainnya akan kami dukung sesuai dengan kondisi di lapangan," kata Suharyanto dalam keterangan kepada RRI.co.id , Rabu, 19 Agustus 2026.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan proses asesmen dampak kerusakan fasilitas umum dan kesehatan. Hasil evaluasi lapangan menjadi dasar utama penentuan langkah alternatif pendistribusian dukungan logistik di wilayah terdampak.

Langkah alternatif disiapkan agar masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan selama masa penanganan darurat. Suharyanto berkoordinasi intensif dengan berbagai instansi guna mempercepat penyaluran peralatan bantuan serta logistik ke lapangan.

Masyarakat diimbau tetap tenang serta selalu mematuhi seluruh arahan petugas kebencanaan di lokasi terdampak gempa. Warga dilarang keras memasuki area bangunan rusak sebelum dinyatakan aman oleh tim pemeriksa yang berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....