Karya Seni Tradisional Beri Kedamaian Batin di Era Modern
- 19 Agt 2026 05:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa seni mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus ketenangan bagi masyarakat di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.
- Karya seni tradisional mampu memberikan kedamaian batin dan kebahagiaan di tengah era kehidupan modern.
- Lukisan manual menggunakan kuas di atas kanvas dinilai memiliki nilai tersendiri yang perlu terus dilestarikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Karya seni tradisional dinilai mampu memberikan kebahagiaan serta kedamaian batin bagi penikmatnya di tengah modernisasi. Keindahan seni konvensional menawarkan ketenangan jiwa di luar aspek visual yang dapat dilihat secara langsung.
Eksistensi lukisan manual di atas kanvas perlu terus dijaga agar tidak tergerus arus perkembangan teknologi. Pembukaan pameran seni lintas kolaborasi tersebut diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membuka pameran bertajuk Art for Peace. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya kreasi para seniman dalam negeri.
“Bagaimana kita menghadirkan kebahagiaan bukan hanya dari sesuatu yang bersifat fisik, tetapi juga menghadirkan kedamaian hati. Sehingga hati kita diliputi ketenangan dan kebahagiaan, bukan sekadar menikmati sesuatu yang dapat dilihat secara langsung,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa, 18 Agustus 2026.
Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi teknik melukis dengan kuas nyata yang bernilai tinggi serta semakin langka. Sentuhan pikiran serta perasaan secara langsung menghasilkan nilai estetika yang sangat kuat pada karya tersebut.
“Di tengah dunia yang semakin modern dan digital, lukisan di atas kanvas dengan kuas nyata semakin langka. Karya yang digoreskan langsung dengan hati dan pikiran memiliki nilai tersendiri dibandingkan karya yang dibuat menggunakan kuas digital,” katanya.
Agus menilai kemajuan teknologi digital merupakan bagian dari masa depan yang perlu disikapi secara bijak. Pelestarian media seni konvensional tetap harus dipertahankan agar tidak kehilangan ruang ekspresi di masyarakat.
“Tidak ada salahnya yang serba digital itu bagus dan memang menjadi masa depan. Tapi yang begini-begini tolong tidak dilupakan dan justru dilestarikan,” ucapnya.
ia menegaskan pentingnya penyediaan wadah fasilitas fisik serta kesempatan berkarya bagi seluruh seniman lokal. Pemanfaatan sarana pameran dapat membantu menyampaikan berbagai pesan serta narasi positif kepada publik luas.
“Ini sesuatu yang perlu terus kita promosikan dan juga berikan ruang, literally ruang tempat seperti ini. Tapi juga ruang kesempatan untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan-pesan, narasi yang juga baik untuk kita dengarkan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....