Wamendikdasmen Tinjau Program Prioritas Pendidikan Presiden di Gorontalo
- 18 Agt 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo untuk mengecek program prioritas pendidikan yang sedang berjalan.
- Kunjungan ini dilakukan sehari setelah HUT ke-81 Republik Indonesia pada 18 Agustus 2026 untuk memastikan program pendidikan Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal.
- Fajar bertujuan memastikan program pendidikan pemerintah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Gorontalo.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Gorontalo. Kunjungan ini uncuk mengecek sejumlah program prioritas pendidikan yang telah berjalan di Kota Serambi Madinah tersebut.
Kunjungan ini dilakukan Sehari setelah HUT Ke-81 Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026. Fajar ingin memastikan program pendidikan Presiden Prabowo Subianto benar-benar berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Di SDN 1 Limboto, Wamen Fajar memeriksa kondisi bangunan dan perkembangan revitalisasi. Sekolah tersebut memperoleh bantuan APBN 2026 sebesar Rp852.646.867, dengan masa pengerjaan 4 Juli hingga 4 Desember 2026.
“Revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. Program ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi memastikan anak-anak belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Fajar.
Wamen Fajar kemudian mengunjungi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Disana ia sempat berdialog dengan pimpinan universitas serta mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dalam kesempatan itu, Fajar mengapresiasi peran UMGO dalam menyiapkan guru profesional. Ia juga menjelaskan terobosan pemerintah dalam menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung ke rekening guru.
Pada 2026, penyaluran TPG guru ASN daerah diperkuat menjadi setiap bulan agar hak yang diterima lebih cepat dan efisien. “Kompetensi dan kesejahteraan guru harus meningkat bersama, itulah komitmen Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.
"PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Keduanya harus bermuara pada pembelajaran yang lebih bermutu,” katanya.
Dari UMGO, Fajar juga berdialog bersama guru dan kepala sekolah di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Gorontalo. Ia mendengarkan langsung pengalaman, harapan, dan kendala yang mereka hadapi.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan kebijakan, tetapi juga mendengar langsung suara Bapak dan Ibu guru. Kebijakan harus berangkat dari keadaan nyata dan memudahkan guru menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar menjelaskan bahwa pemerintah terus mengurangi beban administrasi serta menata beban kerja. Hal ini agar guru lebih fokus mendidik dan mendampingi murid.
Fajar juga mengingatkan semua yang hadir agar terus bergandengan tangan memperkuat penanganan anak tidak sekolah (ATS). Salah satu ikhtiar yang dilakukan Kemendikdasmen saat ini adalah melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
PJJ menurutnya menghadirkan layanan pendidikan formal yang fleksibel bagi anak-anak yang menghadapi hambatan mengikuti sekolah reguler. “Ini bukan program tambahan, tetapi solusi negara untuk menjangkau anak-anak yang belum terjangkau,” ucapnya.
PJJ merupakan tindak lanjut Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Di Gorontalo, penyelenggaraannya didukung oleh SMAN 1 Gorontalo, SMAN 2 Limboto, dan SMAN 1 Gorontalo Utara.
Pasca dialog dengan para guru, Fajar meninjau Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Bone Bolango. Sekolah ini satu dari 17 SNT yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Ia meminta SNT menjadi pusat mutu dan laboratorium inovasi yang terbuka bagi sekolah lain. “Sekolah lain harus dapat belajar, mengakses fasilitas, dan merasakan manfaat kehadirannya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....