Pemerintah Jamin Kebutuhan Dasar 31 Ribu Pengungsi Gempa NTT

  • 18 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan lebih dari 31 ribu warga korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan kebutuhan pangan selama berada di pengungsian.
  • Jaminan tersebut diberikan baik bagi warga yang mengungsi di posko terpusat maupun mereka yang memilih mengungsi secara mandiri.
  • Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dukungan logistik senilai lebih dari Rp14 miliar untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan lebih dari 31 ribu warga korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan kebutuhan pangan selama berada di pengungsian. Jaminan tersebut diberikan baik bagi warga yang mengungsi di posko terpusat maupun mereka yang memilih mengungsi secara mandiri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dukungan logistik senilai lebih dari Rp14 miliar. Guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana gempa NTT per hari ini, Selasa 18 Agustus 2026.

Bantuan tersebut antara lain berupa 48 ton beras reguler dan 7.500 paket sembako.

"Ada 31.000 lebih orang yang mengungsi. Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan dari Kementerian Sosial," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026.

Untuk memastikan kebutuhan makanan pengungsi terpenuhi, Kemensos juga telah mendirikan tujuh dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tujuh dapur umum tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.

Saifullah memastikan pasokan logistik untuk dapur umum tersebut mencukupi selama masa tanggap darurat. Jika kebutuhan di lapangan meningkat, Kemensos akan menambah jumlah dapur umum sesuai kondisi.

Sejumlah dapur umum saat ini telah aktif memproduksi makanan bagi para pengungsi. Di Nagekeo, misalnya, dapur umum memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari. Sementara di Sikka mencapai 4.500 bungkus per hari dan di Manggarai sebanyak 3.000 bungkus per hari.

Adapun penjangkauan dan pelayanan di wilayah lainnya masih terus dipercepat untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan.

Selain kebutuhan pangan, dukungan Kemensos juga mencakup stok penyangga atau buffer stock logistik serta berbagai kebutuhan pengungsian.

Bantuan tersebut meliputi makanan anak, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut hingga peralatan penerangan darurat.

Saifullah menegaskan penanganan korban gempa dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah serta TNI dan Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kami berkoordinasi, berkolaborasi memastikan bahwa seluruh dukungan bisa sampai kepada mereka atau keluarga yang terdampak," ujarnya.

Menurutnya, dukungan logistik juga diberikan kepada dapur-dapur darurat yang dikelola masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

"Termasuk dapur darurat masyarakat juga pasokan logistiknya kami dukung. Semua dicukupi," kata Saifullah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....