Puluhan Ribu Jiwa Mengungsi akibat Gempa NTT
- 18 Agt 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data sementara pengungsian akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) , 40.040 jiwa.
- Data Kementerian Kesehatan, gempa M7,7 mengakibatkan 1.182 orang mengalami luka.
- Pemerintah akan memperkuat sektor medis untuk warga terdampak gempa NTT
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data sementara pengungsian akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) , 40.040 jiwa. BNPB menegaskan jumlah warga yang mengungsi bukan untuk menggambarkan rumah yang rusak.
"Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah jadi perlu kita hati-hati untuk menterjemahkannya. Namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan pers secara virtual di NTT, Selasa, 18 Agustus 2026.
Adapun sebaran titik pengungsian yakni di Manggarai sebesar 6.487 orang, dan Manggarai Timur 966 orang . Mereka mengungsi di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian 14 ribu jiwa mengungsi secara mandiri.
Selanjutnya, di Kabupaten Manggarai Barat ada 600 jiwa mengungsi, Kabupaten Nagekeo 6.221 jiwa, Kabupaten Sikka 5.681 jiwa. Kabupaten Ende 366 jiwa dan Kabupaten Ngada 1.920 jiwa.
Adapun total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit. Rusak sedang 1.916 unit, dan rusak ringan 4.493 unit.
"Dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Ngada," katanya. Gempa M7,7 dengan mengakibatkan 1.182 orang mengalami luka.
Ia menjelaskan data korban luka-luka dihimpun dari Kementerian Kesehatan dan data tersebut berbeda dengan Basarnas. Data Basarnas mencatat korban luka 132 orang.
"Bahwa jumlah korban luka-luka yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Tadi Kalau Basarnas tadi menyampaikan 132, jadi ada perbedaan-perbedaan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda," katanya.
Ia merinci sebaran korban luka yakni di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 442 luka berat dan 513 luka ringan. Di Kabupaten Manggarai 31 luka berat dan 88 luka ringan; Kabupaten Ngada ada 14 luka berat, 1 luka sedang dan 19 luka ringan.
Kabupaten Nagekeo 13 luka berat 9 luka ringan, Kabupaten Manggarai Barat 13 luka-luka. Sementara itu, Kabupaten Sikka 12 luka berat dan 7 luka ringan; dan Kabupaten Ende 5 luka berat dan 15 luka ringan.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan masyarakat meminta agar sektor kesehatan diperkuat. Permintaan tersebut disampaikan masyarakat usai kunjungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
"Kami hari ini khususnya membantu pelaksanaan perkuatan di kesehatan sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bapak Menteri Kesehatan. Khususnya di daerah-daerah yang terdampak cukup besar dan susah untuk dijangkau," kata Yudhi Bramantyo
"Kami laksanakan malam kemarin, KN SAR Antareja 233 dari Kupang dari Kantor SAR Kupang, kami gerakan untuk membantu pergeseran 40 tenaga medis dari Kodam 9 Udayana. Sukarelawan yang akan nanti kami drop di Manggarai," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....