BNPB Hadirkan Layanan Trauma Healing dan Perpustakaan bagi Pengungsi Sikka

  • 18 Agt 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anak-anak pengungsi di GOR Samador mendapatkan layanan trauma healing dan perpustakaan keliling
  • Kegiatan mencakup membaca, permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, dan aktivitas kelompok.
  • Layanan psikososial ditujukan membantu mengurangi kecemasan serta mendukung pemulihan anak-anak terdampak bencana.

RRI.CO.ID, Sikka – BNPB menghadirkan layanan trauma healing dan perpustakaan keliling bagi pengungsi gempa di Kabupaten Sikka. Layanan tersebut dipusatkan di GOR Samador, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kegiatan menyasar terutama anak-anak yang menjalani keseharian di lokasi pengungsian. Mereka mendapat ruang belajar, bermain, dan pemulihan psikososial selama masa tanggap darurat.

BNPB menyebut dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. Perhatian tidak hanya diberikan terhadap kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis dan sosial.

Perpustakaan keliling disediakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka bagi anak-anak. Berbagai bahan bacaan tersedia untuk menjaga aktivitas belajar selama berada di pengungsian.

Anak-anak juga mengikuti kegiatan trauma healing yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatannya meliputi permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, serta aktivitas kelompok.

Berbagai aktivitas tersebut membantu anak mengekspresikan perasaan setelah mengalami situasi bencana. Pendamping juga berupaya mengurangi kecemasan dan tekanan yang dirasakan selama mengungsi.

Pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama dalam suasana lebih nyaman. Kegiatan tersebut membantu mereka tetap menjalani aktivitas sesuai usia dan kebutuhan perkembangannya.

Kehadiran perpustakaan keliling melengkapi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat. Dukungan psikososial juga menjadi bagian dari proses pemulihan warga terdampak.

BNPB berharap layanan tersebut terus berjalan selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan terutama untuk mendampingi kelompok rentan seperti anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....