Senyum Petani Indonesia untuk Presiden Prabowo Subianto
- 18 Jul 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI mengelola program pangan yang disambut positif oleh petani melalui inisiatif pengelolaan pangan terintegrasi.
- Program pendampingan bagi petani muda dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan optimalisasi hasil panen.
- Puji Santosa, seorang petani muda, menyatakan program pendampingan sangat membantu dalam mencapai hasil panen yang optimal bagi petani muda.
RRI.CO.ID, Malang - Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengelola pangan, disambut positif petani di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah program pendampingan bagi petani.
Seorang petani muda, Puji Santosa, menilai program pendampingan bagi petani sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Puji menyadari betul, sebagai petani muda, tentu membutuhkan pendampingan agar mendapatkan hasil panen yang optimal.
“Sebelumnya tidak pernah ada pendampingan baik TNI ataupun Panglima TNI. Yang sekarang alhamdulillah bisa dirasakan oleh petani,” kata Puji, seusai acara panen raya yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 17 Juli 2026.
Puji yang merupakan petani kedelai dan bawang merah, mengaku tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Puji memastikan ketersediaan pupuk mencukupi karena pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem pembelian pupuk sehingga penyaluran pupuk tepat sasaran.
“Stok pupuk yang melimpah. Jadi petani sangat merasa, petani tuh merasa ketersediaannya itu sangat tercukupi,” ujar Puji.
Cerita yang sama diutarakan oleh seorang petani tebu Abdul Mujib, yang turut hadir dalam panen raya. Mujib menyampaikan terobosan-terobosan yang telah dilakukan pemerintah untuk menertibkan distribusi pupuk.
Mujib mengatakan pembelian pupuk lebih rapi karena sistem mengikuti perkembangan zaman. Sistem untuk mendapatkan pupuk, tidak lagi manual melainkan dengan ‘sentuhan’ teknologi.
“Sudah dua tahun ini mulai terkoordinator jadi sistemnya sudah mulai mengikuti zaman, yaitu mulai dari kita menggunakan sudah tidak manual lagi. Misalkan penebusan pupuk harus melalui sistemnya,” kata Mujib.
Mujib menilai perbaikan sistem penebusan pupuk tersebut menutup celah penyelahgunaan pupuk. Selain itu, alokasi pupuk kini disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki petani.
“Pengambilan pupuk itu lebih tepat sasaran. Tidak kayak dulu, kalau sekarang tergantung luasan lahan ya kita dapetnya segitu,” ujarnya.
Puji dan Mujib, adalah contoh petani yang merasakan dampak positif atas pembenahan yang dilakukan pemerintah untuk memajukan sektor pertanian. Petani terutama petani muda, meminta pemerintah tetap memberikan perhatian untuk kesejahteraan petani.
“Dengan adanya beliau (Presiden) datang ke Jawa Timur, kami berharap beliau bisa memperhatikan petani, apalagi petani muda. Petani muda adalah generasi penerus bangsa,” kata Puji penuh harap.
Petani berharap upaya serius pemerintah dapat berdampak kepada kemajuan sektor pertanian di masa mendatang. Pertanian merupakan salah satu penopang ketahanan pangan di Indonesia.
“Harapannya mudah-mudahan petani khususnya di wilayah Malang meluasnya di seluruh Indonesia tambah maju. Saya berharap sejumlah upaya pemerintah tersebut dapat terus mendorong kemajuan sektor pertanian di seluruh Tanah Air,” kata Mujib.
Pemerintah menyadari betul dengan dukungan teknologi, kepastian sarana produksi dan pendampingan yang berkelanjutan maka akan meningkatkan hasil pertanian. Pertanian semakin maju maka fondasi ketahanan pangan Indonesia akan semakin kokoh.
Petani sejahtera, petani berpergian ke luar negeri bukan lagi isapan jempol. Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan ada petani yang liburan ke luar negeri.
“Ada beberapa petani yang sudah lapor ke saya, dia sekarang sudah libur ke Hong Kong. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia, saya bangga dengan petani-petani Indonesia, terima kasih petani dan nelayan Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....