BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
- 18 Jul 2026 00:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpo terjadi di beberapa wilayah perairan pada 17-20 Juli 2026.
- Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dari Tenggara berkisar 7–25 knot.
- Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpo terjadi di beberapa wilayah perairan pada 17-20 Juli 2026. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 8–25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dari Tenggara berkisar 7–25 knot.
Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung dan Laut Arafaru. "Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Karimata bagian utara dan Selat Karimata bagian selatan," ujar prakirawan BMKG Dian Millaty dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat 17 Juli 2026.
Selain itu peningkatan gelombang yang sama juga terjadi di Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur. Begitu juga di Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Arafaru bagian Utara, Laut Arafaru bagian barat, Laut Arafaru bagian tengah, dan Laut Arafaru bagian timur.
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu dan Samudra Hindia barat Lampung. Potensi yang sama juga terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, dan Samudra Hindia selatan NTT.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ucapnya. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).
Begitu juga Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Dian mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....