Perkuat Peranan Tata Kelola AI Global, Indonesia dan 28 Negara Dunia Dirikan WAICO

  • 17 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menghadiri penandatanganan WAICO di Shanghai pada 16 Juli 2026.
  • Indonesia secara resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
  • Penandatanganan WAICO dipimpin oleh Menko Airlangga Hartarto sebagai ketua delegasi Pemerintah Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo, turut menghadiri penandatanganan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Penandatanganan itu dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku ketua delegasi Pemerintah Indonesia.

Pelaksanaan penandatanganan itu berlangsung di Shanghai, Tiongkok, Kamis, 16 JUli 2026. Dengan demikian, Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO.

Dalam penandatanganan pendirian WAICO tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) AntÓnio Guterres. Hal ini menandakan dukungan penuh dari PBB terhadap pendirian dan peranan WAICO dalam panggung kerja sama antar negara-negara dunia.

Angga menilai, bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WAICO ini, menjadi tonggak baru dalam penguatan kerja sama. Sebab melalui kerja sama yang diwadahi WAICO ini, akan mempercepat transformasi dan investasi menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Terlebih khusus diungkapkan Angga Raka, yakni dalam peningkatan sektor ekonomi digital. Dengan hal tersebut maka menurutnya ekonomi baru di Indonesia dapat bertumbuh dan berdaya saing.

"Penandatanganan pendirian WAICO ini diproyeksikan akan memberikan dorongan yang signifikan bagi upaya Pemerintah dalam menjadikan sektor ekonomi digital sebagai mesin utama penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi baru Indonesia," tulis keterangan resmi Kemkomdigi, yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Bahkan keikutsertaan Indonesia dalam WAICO, juga akan memperkuat upaya pemerintah dalam peningkatan tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI). Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia, untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan ekosistem AI dunia.

"Momentum strategis untuk memperkuat tata Kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional. Sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara, dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab," ujar keterangan resmi Kemkomdigi.

Perlu diketahui, WAICO diinisiasi sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang bersifat independen dan non-profit di bawah kerangka kerja PBB. Kehadiran WAICO difokuskan untuk mempromosikan kemajuan inovatif AI, serta penerapan AI for good and for all, di seluruh dunia.

Setidaknya terdapat 29 negara dunia yang turut serta dalam pendirian WAICO. Seperti diantaranya, Algeria; Belarus; Brazil; Cambodia; Cameroon; Congo; Cuba; Ethiopia; Indonesia.

Selain itu terdapat pula negara Kazakhstan; Kenya; Kyrgyzstan; Laos; Lesotho; Malaysia; Mozambique; Myanmar; Nicaragua; Oman; Pakistan; Russia. Negara lainnya yang terlibat dalam pendirian WAICO yakni Senegal; Serbia; South Africa; Tajikistan; Uzbekistan; Venezuela; Zambia; dan China.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....